aku dan mesin tik

17

Posted by Vizon | Posted in pendidikan | Posted on 03-08-2010

Tags: , , , , ,

Untuk yang kesekian kalinya, tulisanku terinspirasi dari postingan Om Nh di blognya. Gara-gara beliau menuliskan tentang mesin tik, akupun tergerak ingin menceritakan pengalamanku yang cukup panjang dengan mesin yang memiliki bunyi khas itu.

Perkenalanku untuk pertama kali dengan mesin ini sekitar tahun 1982, ketika aku duduk di kelas IV SD. Aku tidak tahu, alasan apa yang membuat Papaku membeli mesin tersebut. Ketika itu, beliau baru pulang dari Kota Dumai. Beliau membawa beberapa barang yang salah satunya mesin tersebut. Dumai adalah kota pelabuhan yang berjarak sekitar satu jam perjalanan dari Duri. Kami kerap pergi ke kota tersebut untuk berbelanja aneka barang import yang kebanyakannya dari Singapura, dengan harga yang lumayan murah. Boleh dikatakan, alat-alat elektronik di rumah kami ketika itu, dibeli di Dumai.

Kedatangan Papa dengan mesin tik itu cukup mengherankanku. Apa sebetulnya tujuan beliau membelinya. Secara membabibuta aku bertanya kepada beliau tentang mesin tersebut. Beliau hanya mengatakan bahwa mesin tersebut berfungsi sebagai alat untuk menulis tanpa pulpen. Akupun bertanya selanjutnya tentang bagaimana cara menggunakan alat itu. Ternyata, beliaupun tidak tahu cara menggunakannya. Oalah… :D Read the rest of this entry »

udang jamur

20

Posted by Vizon | Posted in kampung blagu | Posted on 01-06-2010

Tags: , , , , ,

azwan-vizonKetika nyantri dulu, aku tidak begitu akrab dengan Hery Azwan. Tapi, setelah menjadi alumni, justru kami sangat akrab. Jagat mayalah yang menjadi penyebabnya. Sejak tamat di tahun 1991, kami baru bertemu kembali di tahun 2006. Diawali dengan aktiv di mailing list kealumnian yang lantas membawa kami sama-sama ngeblog, ber-fb ria dan saling follow di twitter, hingga akhirnya sama-sama terlibat dalam beberapa kali reuni. Boleh dikatakan, Hery Azwan adalah salah seorang sahabat terdekatku dari sesama alumni Gontor saat ini.

Di hari Minggu, 30 Mei 2010 kemarin, aku bertandang ke rumahnya di bilangan Cakung, Jakarta. Ini kunjungan pertamaku ke rumahnya. Suasana yang nyaman, membuat aku betah berada di rumah itu. Apalagi disuguhi makan siang dengan menu yang mengundang selera. Salah satu masakan yang disajikannya adalah udang jamur saos tiram yang dimasak sendiri oleh Hery. Aih… benar-benar pandai kawanku itu memasak. Maknyus tenan….. hehehe… :D Read the rest of this entry »

motto pembelajar

30

Posted by Vizon | Posted in pendidikan | Posted on 19-02-2010

Tags: , , , , ,

pak hasanSalah seorang dari guru yang selalu menginspirasiku (seperti pernah kuceritakan dalam postingan berjudul “terima kasih guru) adalah KH. Hasan Abdullah Sahal. Beliau adalah putra dari salah seorang pendiri Pondok Modern Gontor, KH. Ahmad Sahal, yang saat ini dipercaya untuk memimpin pesantren tersebut.

Beberapa waktu lalu, aku berkesempatan mengunjungi beliau. Seperti biasanya, beliau selalu menyambut kehadiran murid-muridnya dengan penuh kehangatan dan keakraban. Sikap beliau yang seperti inilah yang membuatku selalu rindu untuk terus berkunjung.

Selayaknya bertemu dengan guru, maka berbagai nasehat dan petuahpun mengalir dari beliau. Salah satu dari banyak petuah yang beliau sampaikan kemarin adalah soal motto pembelajar. Ada empat hal yang harus menjadi motto bagi setiap pembelajar, yakni: Read the rest of this entry »

baka-baka

26

Posted by Vizon | Posted in liburan | Posted on 18-11-2009

Tags: , , , , ,

Baka, dalam bahasa Minang berarti Bakar. Tapi jangan salah sangka dulu. Baka-baka yang kumaksud bukan kegiatan bakar-bakar. Namun, itu adalah nama sebuah villa yang terletak di pantai Carita, Pandeglang, Banten. Lantas, mengapa aku ujug-ujug bercerita soal vila tersebut?

Pada hari Sabtu-Minggu, 14-15 November 2009, kemarin, aku beserta beberapa kawan Classic’91 (apa dan bagaimana Classic’91, sila baca di sini), berkumpul di villa tersebut, untuk pembahasan sebuah ide bersama yang sudah lama kami rencanakan. Sejak pertemuan terakhir kami setahun yang lalu, beberapa kali pertemuan kecil telah digelar secara marathon; Jogja, Jakarta, Bandung dan kali ini di Carita.

Aku bersama 5 orang kawan  yang berdomisili di Jogja berangkat menggunakan mobil pada Jum’at malam. Keberangkatan sempat diawali dengan ketegangan, gara-gara mobil yang mengalami sedikit kerusakan. Setelah diperbaiki sana-sini, akhirnya kamipun berangkat tepat pada pukul 23.00 wib. Selama perjalanan, ketegangan tadi sedikit demi sedikit mencair dan berubah menjadi kehebohan luar biasa. Nyaris selama perjalanan, kami tidak tidur dan diisi dengan senda gurau yang tak berkesudahan.

Sabtu, 14 November 2009, pukul 11.00 wib, kami pun sampai di tujuan. Karena pertemuan resmi dijadwalkan setelah maghrib, tentu saja villa itu masih kosong melompong. Kamilah rombongan pertama yang datang. Dengan demikian, kami dapat dengan leluasa beristirahat setelah kelelahan akibat perjalanan semalam.

Sore hari, sehabis Ashar, belum juga ada tambahan rombongan yang datang. Dalam kesunyian itu, kupandangi pantai Carita nan indah tersebut dari beranda villa yang hanya berjarak sekitar 50 meter.

Pantai ini merupakan objek wisata yang terletak di Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten dan telah ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam. Panoramanya sungguh indah, ditambah lagi dengan pasir pantainya yang putih membuat kawasan ini pantas untuk dikunjungi. Pantai ini kaya akan sumber daya alamnya. Hamparan tepian yang amat landai dengan ombak laut yang kecil dan lembut menyapu di sepanjang pantai, dipadu pemandangan Gunung Krakatau yang kokoh berdiri di kejauhan menjadi suguhan ukiran alam yang indah dipandang mata. Read the rest of this entry »

keterpaksaan berbuah keberkahan

45

Posted by Vizon | Posted in review | Posted on 19-08-2009

Tags: , , , , ,

Pernahkan anda dipaksa memilih sesuatu yang tidak anda inginkan? Pernahkan anda tidak bisa memilih apapun, selain menjalankannya dengan penuh keterpaksaan? Jika pernah, apa yang anda lakukan? Jawaban yang jamak mungkin akan kita lontarkan adalah bahwa kita akan berontak lalu keluar dari keterpaksaan itu atau menjalankannya dengan tidak sungguh-sungguh, tanpa rasa nikmat sedikitpun.

Adalah seorang putra Minangkabau asal desa Bayur di pinggir danau Maninjau, Bukittinggi, bernama Alif yang terjebak dalam situasi sulit itu. Ia dipaksa memilih jalur sekolah agama oleh ibunya. Beliau menginginkannya menjadi Buya Hamka, sementara ia sendiri sangat bercita-cita menjadi Habibie. Keterpaksaannya ternyata berbuah keberkahan. Pilihan yang dijalankannya atas dasar bakti kepada Bunda, telah membalikkan pandangannya terhadap pendidikan agama, terutama pesantren. Novel Negeri 5 Menara yang dikarang oleh Ahmad Fuadi yang baru saja kubaca, menunjukkan bahwa tidak selamanya keterpaksaan itu buruk. Sebaliknya, keterpaksaannya itu dapat berubah menjadi sebuah keberkahan luar biasa bila disikapi dengan penuh keikhlasan dan kesabaran.

negeri5menaraNovel ini bercerita tentang petualangan Alif, 15 tahun, yang harus merantau dengan setengah hati ke Jawa Timur untuk belajar di Pondok Madani. Di Pondok Madani (PM) dia berteman dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa. Setiap orang datang ke PM dengan perangai, alasan dan mimpi berbeda. Dari setengah hati mulai jatuh hati, Alif menemukan berbagai prinsip hidup yang terang dan sangat kuat. Antara lain adalah: siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses (man jadda wa jada). Di PM juga dia mengecap kemajemukan Indonesia dan keindahan pengetahuan.  Semua ini diajarkan oleh Kiai Rais, Ustad Salman dan guru lain yang ikhlas mengajarkan ilmu dunia dan akhirat.

Di pokok menara masjid PM yang menjulang, mereka berenam kerap menunggu maghrib sambil menatap awan lembayung yang berarak pulang ke ufuk. Di mata belia mereka, awan-awan itu menjelma menjadi negara dan benua impian, sesuai dengan imajinasi masing-masing. Read the rest of this entry »

untuk dikenang

20

Posted by vizon | Posted in jogja | Posted on 27-05-2009

Tags: , , , , ,

Hari ini,  tiga tahun yang lalu, bumi Yogyakarta dan sekitarnya luluh lantak oleh goncangan gempa bumi. Peristiwa itu bagiku seolah ucapan “Selamat Datang” yang amat dahsyat dan istimewa. Keberadaan kami di kampung Kweni belumlah lagi lama, tidak lebih dari sebulan. Belum banyak tetangga yang kami kenal secara akrab. Terasa cukup sulit bagi kami untuk bisa berinteraksi dengan warga. Barangkali karena budaya dan bahasa kami yang jauh dari kata “sama”. Namun, peristiwa gempa bumi itu telah mempercepat semuanya. Kali ini, aku ingin menceritakannya kembali, untuk dapat mengabadikan kenangan itu bersama sahabat semua.

Sabtu pagi, 27 Mei 2006, aku sedang berada di Pondok Modern Gontor Ponorogo Jawa Timur dalam rangka menghadiri Temu Akbar Alumni pada peringatan 80 tahun berdirinya pesantren tersebut. Setelah salat Subuh, aku mengajak beberapa teman untuk napak tilas di setiap sudut pesantren yang pernah menjadi bagian penting hidup kami. Satu persatu area pesantren kami lewati sambil menceritakan segala memori yang berkaitan dengan lokasi itu. Tentu saja, kegiatan itu mengundang tawa. Ya, kami menertawakan keluguan kami dahulu… :D

Ketika sampai di depan gedung olah raga, tiba-tiba langkah kami terhenti. Secara mengejutkan, bumi bergoncang. Meski tidak terlalu keras, tapi cukup mengagetkan. Sekonyong kami lihat para santri berhamburan dari asrama-asrama mereka. Suasana gaduh segera terasa. Jantungku berdegup kencang. Read the rest of this entry »

ijazah

25

Posted by vizon | Posted in pendidikan | Posted on 02-05-2009

Tags: , , , ,

Gara-gara baca postingan Hery Azwan soal ujian, aku jadi ingin bercerita soal pengalaman belajar di Gontor juga.

Di awal kehadiranku di sana, Pak Kyai sudah mewanti-wanti bahwa Gontor tidak memberikan ijazah. Kalau mau belajar di sini dan siap tidak berijazah, silahkan teruskan, bila tidak sudi, silahkan belajar di tempat lain.

Waw..! ketika itu aku sedikit ragu untuk meneruskan langkah belajar di sana. Sempat terpikir untuk kembali pulang. Tapi, demi mengingat perjuangan berat yang kulalui hingga akhirnya bisa sampai diterima di Gontor, membuat tekadku membaja; “aku harus terus maju, sekali layar terkembang, bersurut aku berpantang“. Aih.. semangat kali, hehehe… :) Read the rest of this entry »

orang besar #2

13

Posted by vizon | Posted in pendidikan | Posted on 20-03-2009

Tags: , , , ,

Jamak dipahami bahwa orang besar adalah seseorang yang memiliki jabatan penting atau harta berlimpah. Pemahaman seperti itu tidaklah keliru, tapi tidak juga bisa dikatakan benar sepenuhnya.

Seperti yang pernah kuceritakan di blogku ini dahulu (baca tulisanku: ORANG BESAR), bahwa aku setuju dengan definisi almarhum KH. Imam Zarkasyi, pendiri Pondok Modern Gontor, bahwa orang besar adalah orang yang mau mengajarkan alif-ba-ta walau di surau kecil di daerah terpencil. Read the rest of this entry »