milikku seperenam

34

Posted by Vizon | Posted in keluarga | Posted on 08-12-2009

Tags: , ,

Ketika kau telah memutuskan untuk menikah, maka saat itulah dirimu sudah tidak lagi jadi milikmu sepenuhnya. Bagilah jiwa dan ragamu sebanyak anggota keluargamu.

Kita perlu memiliki kontrol akan diri kita, sehingga tidak mudah terperosok dalam liang kenistaan. Salah satu alat kontrol yang efektif menurutku adalah kesadaran akan adanya jiwa-jiwa lain selain jiwa kita yang menggelayut dengan diri kita, yakni keluarga.

Aku, setelah memiliki istri, bertekad dalam hati untuk membagi jiwa dan ragaku menjadi dua. Setengah untuk istriku dan setengah lagi untuk diriku sendiri. Namun, begitu punya anak, maka pembagian itupun berubah. Dengan empat orang anak yang kami miliki, maka itu berarti dalam rumah kami ada 6 jiwa; aku, istriku dan keempat anakku. Dengan demikian, maka aku bagi jiwa dan raga ini menjadi enam bagian. Lima perenam kuberikan dan kucurahkan bagi istri dan anak-anakku, sementara yang seperenam lagi barulah milikku sepenuhnya.

Oleh karenanya, sebagian besar dalam diriku ini adalah hak keluargaku, dan hanya sedikit yang menjadi milikku sendiri. Kesadaran ini sengaja kubangun sebagai benteng dan pengingat diriku ketika ada godaan mendekati. Sebagai contoh, ketika ada godaan untuk melakukan tindakan yang akan merusak kesucian diri, lima perenam diriku segera mengingatkanku untuk tidak melakukannya. Ada banyak suara di benakku yang melarang untuk itu. Seolah mereka berkata: “Ingat, ada lima jiwa yang akan terancam dan rusak karena perbuatanmu ini”. Dan alhamdulillah, godaan itupun dapat kutepis. Read the rest of this entry »

Ma, selamat hari ibu…

3

Posted by vizon | Posted in keluarga | Posted on 24-12-2007

Tags: , ,

Ma, selamat hari Ibu. Takkan ada hadiah yang dapat kuberikan untuk membalas jasamu yang begitu agung. Terima kasih atas semuanya. Keluasan hatimu, pelita hidupku… Read the rest of this entry »