jangan punya anak!

18

Posted by Vizon | Posted in bunga rampai | Posted on 24-11-2009

Tags: , , ,

Seperti hari-hari sebelumnya, pagi itu kunyalakan sepeda motor kesayanganku untuk sekedar memanaskan mesinnya. Sambil menunggu mesin panas, kuseka setiap bagian tubuhnya dengan kain halus bekas singlet anakku. Aku asyik dengan kegiatan itu, sampai sebuah suara datang dari arah belakang dan mengagetkanku…

“Papah, papah…!”

Aku menoleh

“Hai, nak… wah, sudah rapi nih… sini gendong dulu!

Seketika bocah kecil 1 tahunan itu menghambur ke pangkuanku. Kami bergurau sambil sesekali kutuntun ia untuk membaca doa di pagi hari. Keceriaan itu sesekali ditimpali suara seorang perempuan tua yang berdiri tidak jauh dari kami.

“Wis tho Le… Papah mau antar abang sama uni sekolah. Ayo turun. Nanti pada terlambat lho…”

Seolah tak mempedulikan kalimat itu, bocah tersebut terus menggelayut di gendonganku, sampai akhirnya dengan sedikit paksaan dari perempuan tua tadi membuat si bocah berpindah dari gendonganku ke gendongannya.

“Dadah sayang… pergi dulu ya. Nanti sore kita main lagi, insya Allah…”
“Dadah, dadah…!”, mengalir dengan lancarnya dari mulut mungil itu.

Setelah merapikan segala sesuatunya, akupun berangkat mengantar kedua anakku ke sekolah untuk selanjutnya akupun berangkat menuju kampusku. Terasa dengan jelas di belakang punggungku sepasang mata kecil menatapku tajam hingga akhirnya akhirnya akupun menghilang di mulut gang. Read the rest of this entry »

Ekspresi "Cinta" Pemkot Bukittinggi: "No Valentine-Day!"

5

Posted by vizon | Posted in lingkungan, minangkabau, tradisi | Posted on 14-02-2008

Tags: , , , , ,

Aku sangat surprise dengan pemberitaan seputar pelarangan perayaan Valentine Day oleh Pemkot Bukittinggi dalam beberapa hari ini. Patut kuacungkan dua jempol buat mereka. Jujur, ini sebuah langkah berani yang dilakukan oleh sebuah Pemerintah Daerah yang memiliki aset cukup besar dalam bidang pariwisata. Read the rest of this entry »