Posted by Vizon | Posted in liburan | Posted on 11-01-2010
Ahai, ada angka cantik rupanya kemarin. Baru kusadari hal itu ketika melihat kalender. Karena cantik, ada bagusnya untuk dipajang di blog ini sebagai judul tulisan. Tapi, jangan salah sangka dulu, aku tidak akan membahas soal angka-mengangka. Biarlah DM saja yang selalu peduli dengan angka-angka cantik itu.
Angka cantik kemarin itu patut kuabadikan di sini, karena kemarin, dalam rangka penutupan liburan sekolah, aku dan empat orang sahabatku mengajak keluarga besar kami jalan-jalan. Ya… postingan ini akan bercerita soal piknik yang dilakukan oleh keluarga besar kami. Benar-benar besar, karena jumlah anggota seluruh keluarga yang berangkat adalah 27 orang!.
Pilihan kami adalah pantai Baron, Sepanjang, Krakal dan Drini yang terletak di Kabupaten Gunungkidul. Read the rest of this entry »
Posted by Vizon | Posted in keluarga | Posted on 08-12-2009
Ketika kau telah memutuskan untuk menikah, maka saat itulah dirimu sudah tidak lagi jadi milikmu sepenuhnya. Bagilah jiwa dan ragamu sebanyak anggota keluargamu.
Kita perlu memiliki kontrol akan diri kita, sehingga tidak mudah terperosok dalam liang kenistaan. Salah satu alat kontrol yang efektif menurutku adalah kesadaran akan adanya jiwa-jiwa lain selain jiwa kita yang menggelayut dengan diri kita, yakni keluarga.
Aku, setelah memiliki istri, bertekad dalam hati untuk membagi jiwa dan ragaku menjadi dua. Setengah untuk istriku dan setengah lagi untuk diriku sendiri. Namun, begitu punya anak, maka pembagian itupun berubah. Dengan empat orang anak yang kami miliki, maka itu berarti dalam rumah kami ada 6 jiwa; aku, istriku dan keempat anakku. Dengan demikian, maka aku bagi jiwa dan raga ini menjadi enam bagian. Lima perenam kuberikan dan kucurahkan bagi istri dan anak-anakku, sementara yang seperenam lagi barulah milikku sepenuhnya.
Oleh karenanya, sebagian besar dalam diriku ini adalah hak keluargaku, dan hanya sedikit yang menjadi milikku sendiri. Kesadaran ini sengaja kubangun sebagai benteng dan pengingat diriku ketika ada godaan mendekati. Sebagai contoh, ketika ada godaan untuk melakukan tindakan yang akan merusak kesucian diri, lima perenam diriku segera mengingatkanku untuk tidak melakukannya. Ada banyak suara di benakku yang melarang untuk itu. Seolah mereka berkata: “Ingat, ada lima jiwa yang akan terancam dan rusak karena perbuatanmu ini”. Dan alhamdulillah, godaan itupun dapat kutepis. Read the rest of this entry »
Posted by Vizon | Posted in keluarga | Posted on 20-10-2009
Acapkali rasa sayang itu muncul ketika sudah terpisah ruang dan waktu. Ketika bersama, seringkali pertengkaran dan kejenuhan mewarnai kehidupan kita. Ketika sudah tidak berjumpa lagi, rasa rindu itu selalu membayangi.
Rasa itupun muncul pada diriku, terhadap adik-adikku. Aku, yang terlahir sebagai sulung dari delapan bersaudara, dulu, merasa marah dan kesal dengan keberadaan adik-adik yang jumlahnya banyak itu. Apalagi dari kedelapan itu, tujuh di antaranya adalah lelaki alias cowok. Bayangkan, betapa hebohnya rumah kami ketika masa kecil dulu. Segala pertengkaran khas anak cowok kerap terjadi di rumah kami. Dan yang paling sering tejadi adalah, aku sebagai anak tertua, harus selalu menelan pil pahit yang bernama “mengalah”. Read the rest of this entry »