husnul khatimah

18

Posted by Vizon | Posted in bunga rampai | Posted on 24-02-2010

Tags: , , ,

Berakhir dengan indah, adalah keingin setiap kita dalam setiap peran yang kita jalani. Sebagai contoh, seorang pejabat, berharap agar akhir masa jabatannya ditutup dengan manis. Banyak torehan prestasi yang ditinggalkannya. Bawahannyapun merasa sangat sedih dengan berakhirnya masa jabatan itu. Bahkan rivalnya pun merasa kalau jabatan itu memang pantas untuknya.

Begitu juga dengan kehidupan yang kita jalani di dunia ini. Kita sangat menginginkan agar ketika jatah hidup kita berakhir, kitapun pergi dengan tinggalan nama baik lagi harum. Seperti kata pepatah: “harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama“.

Bayangkan, betapa buruknya jika seseorang yang tewas ketika sedang berbuat mesum di sebuah kamar hotel, atau meninggal dunia akibat over dosis obat-obatan terlarang, atau bahkan mati karena bunuh diri. Kesemuanya itu tentu akan membuat ia meninggalkan nama buruk setelah kepergiannya. Bukan hanya untuknya, tapi juga untuk keluarga yang ditinggalkannya.

Memperoleh husnul khatimah, bukanlah perkara yang sekonyong-konyong. Ia merupakan hasil akhir dari proses bangunan diri kita selama perjalanan di dunia ini. Ia harus diusahakan. Seperti seorang pejabat yang ingin berakhir dengan manis, tentulah ia harus berusaha menorehkan prestasi dan meninggalkan kesan baik selama masa jabatannya. Kesemena-menaan yang dilakukannya selama menjabat tentu saja akan berakibat buruk bagi akhir masa jabatannya.

Dalam kehidupan juga haruslah begitu. Jika kita tidak ingin tutup usia dalam keadaan yang tidak baik, maka berusahalah untuk tidak terlibat dalam perkara buruk. Berzina misalnya. Tidakkah kita takut, ketika sedang asyik melakukan perbuatan bejat itu, tiba-tiba malaikat maut mencabut nyawa kita…?? Na’udzubillah! Semoga Tuhan melindungi kita dari keadaan itu.

Berusaha agar selalu berada pada jalur Tuhan adalah salah satu cara yang tepat untuk memperoleh husnul khatimah. Dan yang tak kalah pentingnya adalah selalu berdoa agar Tuhan senantiasa melindungi langkah kita dan mengingatkan jika kita mulai tergelincir.

Ya Tuhan, tutuplah usia kami dengan akhir yang baik,
Jangan Kau selesaikan kami dalam keadaan yang buruk….

.

.

(tulisan ini adalah ekspresi dari kepedihan hatiku melihat kematian seorang yuniorku. semoga ia husnul khatimah)

kematian

22

Posted by Vizon | Posted in bunga rampai | Posted on 07-08-2009

Tags: , , , , , , ,

Beberapa hari belakangan ini, kita dihadapkan dengan berita kematian yang beruntun. Pertama, kematian 9 orang tak berdosa akibat teror bom di Hotel Ritz Carlton-JW Marriot pada tanggal 17 Juli 2009, kedua, kematian 15 penumpang pesawat Merpati jenis Twin Otter yang hilang di Papua pada 2 Agustus 2009, ketiga, wafatnya Mbah Surip pada 4 Agustus 2009 dan keempat, wafatnya sastrawan besar Indonesia WS Rendra, 6 Agustus 2009.

Bila diperhatikan, keempat kejadian ini menunjukkan empat pola/model kematian manusia.

Pertama, terbunuh. Korban bom Rtiz-Marriot adalah orang-orang tidak bersalah yang harus menemui ajal mereka karena perbuatan orang lain. Kejadian ini biasanya menyulut emosi yang luar biasa; sedih terhadap para korban dan marah terhadap pelakunya.

Kedua, musibah/bencana. Kejadian yang menimpa para penumpang dan awak pesawat Merpati di atas adalah sebuah bencana yang menyebabkan hilangnya nyawa mereka. Peristiwa yang sama juga bisa terjadi karena faktor alam lainnya, seperti banjir, gempa, dll. Emosi yang ditimbulkan dengan kejadian ini lebih didominasi oleh kesedihan dan sedikit kemarahan terhadap penyebabnya.

Ketiga, tidak terduga. Wafatnya Mbah Surip sangat mengejutkan. Baru saja beliau dielu-elukan dan meraih ketenaran, tapi secara mengejutkan semuanya sirna, karena ajal yang datang menjemput tanpa pernah disangka. Semua orang terhenyak dan larut dalam emosi kesedihan yang luar biasa.

Keempat, usia/kesehatan. Meski cukup membuat sebagian besar orang merasa sedih akan kematiannya, namun karena secara manusiawi WS Rendra sudah cukup tua dan sakit yang lumayan lama, membuat kematiannya dianggap sebagai sebuah kewajaran. Read the rest of this entry »