Posted by Vizon | Posted in kampung blagu | Posted on 01-06-2010
Ketika nyantri dulu, aku tidak begitu akrab dengan Hery Azwan. Tapi, setelah menjadi alumni, justru kami sangat akrab. Jagat mayalah yang menjadi penyebabnya. Sejak tamat di tahun 1991, kami baru bertemu kembali di tahun 2006. Diawali dengan aktiv di mailing list kealumnian yang lantas membawa kami sama-sama ngeblog, ber-fb ria dan saling follow di twitter, hingga akhirnya sama-sama terlibat dalam beberapa kali reuni. Boleh dikatakan, Hery Azwan adalah salah seorang sahabat terdekatku dari sesama alumni Gontor saat ini.
Di hari Minggu, 30 Mei 2010 kemarin, aku bertandang ke rumahnya di bilangan Cakung, Jakarta. Ini kunjungan pertamaku ke rumahnya. Suasana yang nyaman, membuat aku betah berada di rumah itu. Apalagi disuguhi makan siang dengan menu yang mengundang selera. Salah satu masakan yang disajikannya adalah udang jamur saos tiram yang dimasak sendiri oleh Hery. Aih… benar-benar pandai kawanku itu memasak. Maknyus tenan….. hehehe…
Read the rest of this entry »
Posted by Vizon | Posted in bunga rampai, kampung blagu | Posted on 07-04-2010
Andi terdiam sesaat, hatinya masih bimbang, apakah benar yang akan dilakukannya ini? Sejenak dilihatnya lagi amplop coklat di atas mejanya. Isinya masih utuh, 30 juta! Digenggamnya dengan erat amplop itu. Kembali diteguhkannya hatinya. “Aku harus melakukannya!“, begitu ia berbisik dalam hati.
Dengan yakin, dia melangkah keluar kamar kos, menenteng sebuah tas berisi pakaian dan menggendong sebuah ransel di pundak. Di mulut gang, ia panggil sebuah becak dan meminta untuk mengantarkannya ke sebuah alamat. Hanya butuh sekitar 20 menit, ia pun sampai di alamat yang dituju. Read the rest of this entry »
Posted by Vizon | Posted in kampung blagu | Posted on 04-04-2010
Meski berasal dari etnis yang berbeda, kata “inyiak” dan “kyai” memiliki makna yang nyaris sama dalam khazanah Bahasa Indonesia. Inyiak berasal dari Minangkabau dan kyai berasal dari Jawa. Kedua kata ini biasanya digunakan untuk gelar bagi seseorang yang memiliki pengetahuan agama Islam yang sangat baik. Mereka yang digelari ini biasanya memiliki sebuah lembaga pendidikan keislaman, yang kalau di Minangkabau bernama “surau” dan di Jawa bernama “pesantren”.
Sejarah banyak mencatat tentang surau yang dipimpin oleh para inyiak di Minangkabau. Sebut saja Inyiak Canduang sebagai contoh. Beliau yang bernama asli Syekh Sulaiman ar-Rasuly ini telah membuat sebuah langkah revolusionis dalam pendidikan agama di Minangkabau. Yakni, modernisasi pendidikan dari sistem klasik ke sistem klasikal, dari sistem halaqah di surau ke sistem berkelas di sebuah madrasah. Lembaga pendidikan yang beliau dirikan pada tahun 1928 itu bernama Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) di daerah Canduang yang terletak lebih kurang 8 km dari kota Bukittinggi. MTI ini telah memberi pengaruh besar di Minangkabau. Tercatat ada lebih kurang 216 cabang MTI di seluruh Sumatera Barat. MTI Canduang sering juga disebut masyarakat Minang dengan Surau Inyiak Canduang. Read the rest of this entry »
Posted by Vizon | Posted in kampung blagu | Posted on 19-03-2010
Sidikalang adalah ibukota Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Sesungguhnya aku belum pernah ke kota itu. Hanya dari referensi yang kubaca, aku dapat membayangkan kota ini sangat mirip dengan kota Curup, Bengkulu, tempatku bekerja. Setidaknya, kemiripan kedua kota ini adalah pada posisinya yang terletak di daerah pegunungan, sehingga membuat udaranya sangat sejuk. Dan salah satu komiditi hasil pertanian kedua kota ini yang menjadi ciri khas adalah kopi.
Ya, kopi Sidikalang dan kopi Curup (sering juga orang menyebutnya kopi Bengkulu) tergolong kopi terbaik di Indonesia. Ketika pertama kali aku ke menginjakkan kaki ke Curup, aku disuguhi kopi khas daerah ini. Aku yang tidak begitu addict dengan kopi, langsung jatuh hati begitu menyeruput kopi asli daerah itu. Benar-benar terasa menyegarkan, dan sangat pas dengan udara daerahnya yang sejuk itu.
Menurut cerita sejawatku di sana, ketika terjadi krisis moneter di Indonesia pada tahun 1998-1999, masyarakat Curup malah mengalami peningkatan ekonomi yang sangat signifikan. Kopi mereka yang diekspor mengalami kenaikan harga yang fantastis, sebagai akibat kenaikan nilai tukar dolar yang juga meningkat fantastis ketika itu. Sehingga, banyak petani di Curup yang mendadak menjadi orang kaya. Hanya sayang, karena keterkejutan memiliki uang dalam jumlah besar dalam waktu yang tak terduga itu, membuat mereka lupa diri. Akibatnya, dalam waktu sekejap uang yang banyak itupun ludes, karena ketidakmampuan menahan diri dalam berbelanja. Sekarang, mereka kembali lagi menjadi petani biasa yang untuk makanpun susah. Sungguh memprihatinkan. Read the rest of this entry »
Posted by Vizon | Posted in kampung blagu | Posted on 15-03-2010
Hari Sabtu, 13 Maret 2010 kemarin, Kweni mendapat kehormatan. Sahabat narablogku datang dari jauh; Jakarta dan Pare-pare. Mereka adalah pasangan Krismariana-Oni (Jakarta) dan Nana Harmanto (Pare-pare). Mereka benar-benar menyengajakan diri untuk datang ke Kweni dalam rangka mengisi liburan yang mereka buat sendiri (hehehe…).
Mereka datang tepat pada pukul 10.00 wib, sesuai dengan janji sebelumnya di sms. Aku yang sedang mengerjakan sesuatu, tentu saja tergopoh-gopoh membersihkan diri ketika mereka muncul dengan tiba-tiba di depan rumah. Apalagi di rumah hanya aku sendiri dan ibu mertua. Para fantastic four dan istriku sedang beraktifitas di sekolah mereka masing-masing. Jadilah suasana rumah nyaris sepi, tanpa keributan dan kehebohan yang biasanya.
Aku senang sekali melihat ketiga sahabatku itu. Meski kami baru bertemu di akhir tahun 2009 yang lalu, namun kerinduan untuk bertemu kembali tetap bergelora. Apalagi kali ini mereka berkenan mengunjungi kediamanku yang jauh dari kata nyaman dan bagus. Dan yang lebih menyenangkan adalah mereka menghadiahiku sesuatu yang sangat aku sukai. Read the rest of this entry »
Posted by Vizon | Posted in kampung blagu | Posted on 16-01-2010
Pernahkah kita merasa tidak nyaman dengan apa yang kita miliki? Mata sipit, hidung bangir, pipi tembem atau tubuh pendek? Aku yakin, paling tidak sekali dalam hidup, kita pernah merasakan itu. Ingin sekali rasanya memiliki kesempurnaan luar biasa di diri ini. Tapi, siapakah di antara jutaan manusia di muka bumi ini yang sempurna? Tentu tidak ada!
Penerimaan keadaan diri (self acceptance) dengan apa adanya adalah salah satu cara terbaik untuk menjawab persoalan di atas. Menerima keadaan diri dengan penuh keikhlasan dan kesabaran akan sangat mempengaruhi kebahagiaan kita. Kebahagiaan tersebut, tentulah akan sangat berpengaruh pada kecerdasan emosional dan spiritual kita.
Pemberian yang Tuhan anugerahi kepada masing-masing kita itu tidaklah pernah salah. Kita tidak akan pernah dihukum atas kelebihan yang Tuhan berikan kepada kita ataupun sebaliknya. Tapi, hukum itu berlaku pada bagaimana cara kita memanfaatkan pemberian itu. Read the rest of this entry »
Posted by Vizon | Posted in kampung blagu | Posted on 28-12-2009
Aku tak menyangka, kalau ternyata mereka telah lama berhubungan. Bukan sekedar hubungan biasa. Hubungan yang memiliki banyak konsekwensi; dunia maupun akhirat. Selama ini aku pikir mereka teman biasa, seperti halnya aku berteman dengan mereka berdua. Obrolan antara mereka layaknya obrolan antara teman; santai dan nyaris tanpa rasa sungkan.
Aku sungguh tak menyangka, sampai akhirnya seseorang tanpa sengaja memberitahukannya dalam sebuah pertemuan. Aku dan sahabatku yang ada waktu itu, cukup terkaget-kaget dengan kenyataan tersebut. Kaget bukan karena merasa kecolongan, tapi lebih kepada rasa salut atas kemahiran mereka menjaga komitmen untuk tidak mengumbar kemesraan di depan khalayak.
Kemarin, Minggu 27 Desember 2009, aku bertemu dengan keduanya. Mereka tertawa-tawa saja ketika kusampaikan soal kekagetanku itu.
Sebetulnya siapa sih yang kubicarakan….!? (Hahaha… lebay amat ya? jadi mirip infotainment
) Read the rest of this entry »
Posted by Vizon | Posted in kampung blagu | Posted on 28-11-2009
Situmorang adalah salah satu nama marga pada suku Batak. Barangkali, nama marga ini lebih dikenal oleh kebanyakan orang Indonesia, ketimbang nama-nama marga Batak lainnya. Hal itu bisa terjadi, mungkin karena pengaruh sebuah lagu daerah Batak yang menjadikan nama marga ini sebagai judulnya. Kira-kira begini salah satu syairnya: Situmorang, Situmorang, Situmorang | Ala situ ala rude | Situmorang, Situmorang, Situmorang | Par rude-rude i tahe…
Dalam kehidupanku, ada beberapa sahabat yang bermarga Situmorang yang cukup aku kenal. Dan dalam dunia blogging, juga ada satu nama Situmorang yang cukup menarik perhatian khalayak. Dialah Eka Situmorang-Sir dengan blognya yang berjudul Ceritaeka. Kemampuannya dalam meramu kata, dengan mudah dapat mengundang pengunjung. Sehingga, dalam waktu singkat, blognya sudah masuk ke jajaran terdepan. Apalagi dalam setahun ini, dia telah memenangkan beberapa kompetisi blog.
Hari ini, Sabtu, 28 November 2009, aku mendapat kesempatan untuk bertemu muka dengannya. Eka kebetulan menghabiskan akhir pekannya di Jogja bersama suami tercinta. Aku dan Bu Tutinonka, pun saling kontak. Ada beberapa tempat yang kuajukan untuk kopdar, dan akhirnya terpilihlah Restoran Bumbu Desa sebagai tempat pertemuan kami. Read the rest of this entry »