ada buya dan tape di kweni

27

Posted by Vizon | Posted in kampung blagu | Posted on 15-03-2010

Tags: , , , , , , , ,

Hari Sabtu, 13 Maret 2010 kemarin, Kweni mendapat kehormatan. Sahabat narablogku datang dari jauh; Jakarta dan Pare-pare. Mereka adalah pasangan Krismariana-Oni (Jakarta) dan Nana Harmanto (Pare-pare). Mereka benar-benar menyengajakan diri untuk datang ke Kweni dalam rangka mengisi liburan yang mereka buat sendiri (hehehe…).

Mereka datang tepat pada pukul 10.00 wib, sesuai dengan janji sebelumnya di sms. Aku yang sedang mengerjakan sesuatu, tentu saja tergopoh-gopoh membersihkan diri ketika mereka muncul dengan tiba-tiba di depan rumah. Apalagi di rumah hanya aku sendiri dan ibu mertua. Para fantastic four dan istriku sedang beraktifitas di sekolah mereka masing-masing. Jadilah suasana rumah nyaris sepi, tanpa keributan dan kehebohan yang biasanya.

Aku senang sekali melihat ketiga sahabatku itu. Meski kami baru bertemu di akhir tahun 2009 yang lalu, namun kerinduan untuk bertemu kembali tetap bergelora. Apalagi kali ini mereka berkenan mengunjungi kediamanku yang jauh dari kata nyaman dan bagus. Dan yang lebih menyenangkan adalah mereka menghadiahiku sesuatu yang sangat aku sukai. Read the rest of this entry »

mandi hujan

21

Posted by Vizon | Posted in keluarga | Posted on 25-12-2009

Tags: , , ,

Setelah shalat Jum’at cuaca di Kweni dan sekitarnya mendung sekali. Gelap gulita. Sepertinya, hujan yang sudah lama dinanti, akan turun dengan derasnya. Benar saja, tak lama berselang, hujan rintik-rintikpun turun. Diawali dengan hujan yang lembut sekali. Pikirku, kok seperti salju ya? Oh iya, jadi ingat hari ini sahabat-sahabatku umat Kristiani sedang merayakan Natal. Apakah salju di belahan bumi bagian barat sana juga turun di Kweni? Haha… menghayal :)

Ok, sebelum dilanjut, aku mau mengucapkan Selamat Merayakan Natal bagi sahabatku umat Kristiani, semoga kita selalu hidup dalam kedamaian abadi… :)

Kembali ke laptop hujan…! (Tukul mode: ON). Tidak terlalu lama hujan lembut itu turun, hujan deraspun menyusul. Aku nikmati tetesan air itu melalui jendela rumah. Indah sekali rasanya. Selang berapa lama, hujan yang lainpun datang. Yakni, hujan rengekan dari tiga orang fantastic four. Satira, Ajib dan Fatih merengek minta diizinkan mandi hujan. Dengan segala cara dan aksi mereka merengek. Setelah memberi  syarat agar mereka tidak terlalu lama mandinya, aku pun memberi izin. Read the rest of this entry »

pulang

24

Posted by Vizon | Posted in alam, lingkungan, minangkabau | Posted on 04-10-2009

Tags: , , , ,

Seperti yang kuceritakan pada postingan sebelum ini, bahwa sejak gempa melanda Sumatera Barat, kami berusaha untuk mengontak seluruh keluarga di Sumbar, terutama yang di Padang. Dengan usaha yang gigih dan kesabaran yang luar biasa, akhirnya aku dapat terhubung dengan kakakku di Padang. Meski hanya sms, tapi itu sudah cukup melegakan. Kakak dan adikku beserta keluarganya yang ada di Padang, alhamdulillah selamat. Meski rumah mereka porak poranda, tapi itu tidak lantas mengurasi rasa syukur kami.

Selanjutnya aku pun berhasil menghubungi Imoe, sahabat blogger. Dari sms yang dikirimnya, akupun dapat mengetahui bahwa dia baik-baik saja. Soal kerusakan rumah, entahlah, karena itu sudah tidak menjadi fokusku lagi. Yang penting ia selamat. Begitupun dengan Arif “aurora”. Secara mengejutkan dia tampil memberi komen di postingan terdahulu dan bahkan sudah membuat sebuah postingan di blognya. Alhamdulillah…

Namun, yang aku belum dapatkan informasinya adalah beberapa sahabatku semasa kuliah di Padang dulu. Tidak satupun dari mereka yang berhasil kuhubungi. Beberapa di antara mereka kuketahui bertempat tinggal di daerah yang dikabarkan mengalami kerusakan yang cukup parah. Semoga saja mereka juga baik-baik saja.

Ada pemandangan yang mengharukanku yang terjadi di Kweni. Secara spontan pemuda Kweni berkeliling kampung, membawa sebuah kardus bekas mie instan yang sudah dibungkus rapi dan bertuliskan: “Bantuan Solidaritas Gempa Padang”. Aih, aku tak dapat menyembunyikan keterharuanku.

Begitu juga di sekolah putriku, Satira. Mereka mengumpulkan dana solidaritas itu sedikit demi sedikit untuk kemudian mereka serahkan kepadaku agar kuteruskan kepada saudara-saudara di Padang. Mereka menyerahkannya kepadaku setelah tahu bahwa aku akan ke Padang pada hari Rabu, 7 Oktober 2009 mendatang, insya Allah.

Jadi teman-teman… Postingan ini sekaligus untuk menjawab pertanyaan para sahabat mengenai keadaan keluargaku, dan juga pamit karena aku akan pulang ke Padang pada hari Rabu pagi, 7 Oktober 2009. Dengan demikian, kemungkinan aku tidak update postingan dalam waktu yang cukup lama, kecuali kalau aku berhasil mendapatkan koneksi internet di Padang. Mohon doanya, agar semuanya berjalan lancar dan aku bisa bertemu dengan keluarga dan sahabat blogger yang ada di Padang dengan mudah.

Bila ada yang ingin menghubungiku, silahkan kirim email ke: hardi.vizon@gmail.com

buber & takjilan

28

Posted by Vizon | Posted in Ramadhan | Posted on 15-09-2009

Tags: , , , , , ,

Ramadhan kali ini, kegiatan berbuka puasa bersama cukup sering aku lakukan. Baik diundang sebagai bagian dari kelompok itu, maupun diundang sebagai penceramah. Kalau diundang sebagai bagian dari kelompok yang mengadakan acara itu, tentulah tidak perlu ada persiapan apa-apa, kecuali membawa badan dengan perut kosong. Tapi, kalau diundang sebagai penceramah, perlu sekali persiapan yang matang. Karena, konsentrasi audiens tidaklah begitu penuh kepada isi ceramah. Sehingga, perlu enegi lebih untuk membuat ceramah itu tetap menarik.

an-najwa (25)an-najwa (31)an-najwa02khaled01

Selama di Jogja, aku lihat hampir setiap masjid mengadakan takjilan atau pemberian makanan perbukaan bagi orang-orang yang berpuasa. Pemberian takjilan itu dilakukan nyaris setiap hari. Barangkali karena masih kentalnya tradisi kekeluargaan, sehingga acara kumpul-kumpul itupun tetap dilestarikan. Read the rest of this entry »

siapakah yatim?

35

Posted by Vizon | Posted in lingkungan | Posted on 27-08-2009

Tags: , , ,

Setelah tertunda karena sakit, akhirnya Dr. Khalid Hasan Hindawi, pimpinan Yayasan Athiyah Khairiyah dari Qatar jadi juga datang ke kampung Kweni hari Selasa dan Rabu (25-27 Agustus 2009) kemarin. Kedatangan beliau adalah dalam rangka melanjutkan proyek pendirian panti asuhan bagi anak-anak yatim yang ada di Kweni dan sekitarnya. Cerita tentang panti ini, dapat dibaca di postingan lamaku berjudul: “yatimkah dia?“.

Pembangunan panti ini memang tertunda-tunda, lantaran krisis global yang mengakibatkan para donatur dari Qatar tersebut terkena imbasnya. Namun, dengan usaha yang gigih dari Dr. Khalid, maka sedikit demi sedikit berhasil dikumpulkan donasi. Meski tidak bisa langsung membangun secara keseluruhan seperti dalam perencanaan semula, tapi pelan-pelan gedung itu akan terbangun juga secara bertahap. Read the rest of this entry »

pintu itu terbuka..

19

Posted by vizon | Posted in jogja | Posted on 29-05-2009

Tags: , , , ,

Mohon dibaca juga tulisan sebelumnya: untuk dikenang dan dia mengemis.

Bangun pagi, badanku terasa segar. Aku tidur pulas semalam rupanya. Agaknya perasaan tenang telah berada kembali di Jogja, membuat tidurku menjadi nyenyak, meski hanya di dalam tenda.

Beberapa saat setelah subuh, suasana berangsur-angsur terang oleh sinar matahari yang mulai muncul. Aku berniat membereskan isi rumah yang berantakan dan belum sempat kubereskan sejak gempa tempo hari.

Kubuka pintu masuk dan kulihat rak bukuku masih tergeletak di lantai dengan beberapa buku yang berserakan di sisinya. Rak itu nyaris mencelakakan putri sematawayangku, Satira. Read the rest of this entry »

dia mengemis..

20

Posted by vizon | Posted in jogja | Posted on 28-05-2009

Tags: , , , ,

Sebelum membaca yang ini, ada baiknya baca dulu tulisan sebelumnya: “untuk dikenang”

Demi mengurangi trauma anak-anakku karena gempa, kuputuskan untuk mengungsi sementara ke Jakarta. Kupikir, dengan menjauh sementara dari lokasi kejadian itu, akan dapat menjadi semacam terapi buat mereka. Apalagi, sekolah diliburkan selama dua minggu ke depan. Tiga hari setelah gempa itu terjadi, kamipun berangkat ke Jakarta.

Di Jakarta, kami tinggal di rumah kakak sepupu. Kami dilayani dengan penuh kehangatan. Apalagi kakakku itu tinggal seorang diri. Suaminya sudah tiada, anak semata wayangnya pun sedang kuliah di kota Padang. Jadilah kehadiran kami membuat dirinya merasa terhibur sekali.

Tapi, liburan mendadak itu tidak membuat diriku nyaman. Hatiku gelisah. Pikiranku tidak tenang. Ada semacam rasa bersalah di diri ini. Read the rest of this entry »

untuk dikenang

20

Posted by vizon | Posted in jogja | Posted on 27-05-2009

Tags: , , , , ,

Hari ini,  tiga tahun yang lalu, bumi Yogyakarta dan sekitarnya luluh lantak oleh goncangan gempa bumi. Peristiwa itu bagiku seolah ucapan “Selamat Datang” yang amat dahsyat dan istimewa. Keberadaan kami di kampung Kweni belumlah lagi lama, tidak lebih dari sebulan. Belum banyak tetangga yang kami kenal secara akrab. Terasa cukup sulit bagi kami untuk bisa berinteraksi dengan warga. Barangkali karena budaya dan bahasa kami yang jauh dari kata “sama”. Namun, peristiwa gempa bumi itu telah mempercepat semuanya. Kali ini, aku ingin menceritakannya kembali, untuk dapat mengabadikan kenangan itu bersama sahabat semua.

Sabtu pagi, 27 Mei 2006, aku sedang berada di Pondok Modern Gontor Ponorogo Jawa Timur dalam rangka menghadiri Temu Akbar Alumni pada peringatan 80 tahun berdirinya pesantren tersebut. Setelah salat Subuh, aku mengajak beberapa teman untuk napak tilas di setiap sudut pesantren yang pernah menjadi bagian penting hidup kami. Satu persatu area pesantren kami lewati sambil menceritakan segala memori yang berkaitan dengan lokasi itu. Tentu saja, kegiatan itu mengundang tawa. Ya, kami menertawakan keluguan kami dahulu… :D

Ketika sampai di depan gedung olah raga, tiba-tiba langkah kami terhenti. Secara mengejutkan, bumi bergoncang. Meski tidak terlalu keras, tapi cukup mengagetkan. Sekonyong kami lihat para santri berhamburan dari asrama-asrama mereka. Suasana gaduh segera terasa. Jantungku berdegup kencang. Read the rest of this entry »