kematian
22
Posted by Vizon | Posted in bunga rampai | Posted on 07-08-2009
Tags: bencana, bom ritz-marriot, kematian, mbah surip, merpati, quraish shihab, twin otter, ws rendra
Beberapa hari belakangan ini, kita dihadapkan dengan berita kematian yang beruntun. Pertama, kematian 9 orang tak berdosa akibat teror bom di Hotel Ritz Carlton-JW Marriot pada tanggal 17 Juli 2009, kedua, kematian 15 penumpang pesawat Merpati jenis Twin Otter yang hilang di Papua pada 2 Agustus 2009, ketiga, wafatnya Mbah Surip pada 4 Agustus 2009 dan keempat, wafatnya sastrawan besar Indonesia WS Rendra, 6 Agustus 2009.
Bila diperhatikan, keempat kejadian ini menunjukkan empat pola/model kematian manusia.
Pertama, terbunuh. Korban bom Rtiz-Marriot adalah orang-orang tidak bersalah yang harus menemui ajal mereka karena perbuatan orang lain. Kejadian ini biasanya menyulut emosi yang luar biasa; sedih terhadap para korban dan marah terhadap pelakunya.
Kedua, musibah/bencana. Kejadian yang menimpa para penumpang dan awak pesawat Merpati di atas adalah sebuah bencana yang menyebabkan hilangnya nyawa mereka. Peristiwa yang sama juga bisa terjadi karena faktor alam lainnya, seperti banjir, gempa, dll. Emosi yang ditimbulkan dengan kejadian ini lebih didominasi oleh kesedihan dan sedikit kemarahan terhadap penyebabnya.
Ketiga, tidak terduga. Wafatnya Mbah Surip sangat mengejutkan. Baru saja beliau dielu-elukan dan meraih ketenaran, tapi secara mengejutkan semuanya sirna, karena ajal yang datang menjemput tanpa pernah disangka. Semua orang terhenyak dan larut dalam emosi kesedihan yang luar biasa.
Keempat, usia/kesehatan. Meski cukup membuat sebagian besar orang merasa sedih akan kematiannya, namun karena secara manusiawi WS Rendra sudah cukup tua dan sakit yang lumayan lama, membuat kematiannya dianggap sebagai sebuah kewajaran. Read the rest of this entry »



