ayahku juara nomor satu sedunia

24

Posted by Vizon | Posted in review | Posted on 18-12-2009

Tags: , , , , , ,

Ayah mana yang takkan melambung jiwanya bila mendengar kalimat itu dari mulut anaknya? Ayah mana yang takkan bahagia melihat anaknya tumbuh menjadi pribadi yang bertanggungjawab? Ayah mana yang takkan terharu bila sang anak meminta maaf atas kesalahan yang dibuatnya? Dan ayah mana yang takkan terbang melayang bangga karena sang anak berhasil meraih cita-cita tertingginya?

sang pemimpiAdegan-adegan mengharubiru yang mampu mengaduk-aduk emosi itu, dapat kita saksikan dalam film Sang Pemimpi, yang merupakan sekuel dari film Laskar Pelangi. Dalam film ini, terlihat nyata bagaimana seorang ayah dapat menjadi inspirasi bagi anaknya. Kehangatan, kelembutan sekaligus ketegasan sang ayah telah mampu membentangkan dunia luas bagi sang anak sehingga berhasil meraih mimpinya.

Aku berhasil menonton film ini pada tayangan perdananya, 17 Desember 2009 yang lalu bersama dua anakku, Afif dan Satira serta istriku. Karena film ini cukup banyak yang menantinya, maka perlu sedikit perjuangan untuk mendapatkan tiket. Beruntung, aku dapat memperolehnya pada tayangan perdana.

Adalah tiga orang remaja asal Belitong bernama Ikal, Arai dan Jimron yang terpaksa bersekolah di Manggar karena hanya itulah satu-satunya SMA Negeri di daerah mereka. Petualangan demi petualangan mereka jalani. Mulai dari bekerja di luar jam sekolah demi kehidupan mereka sampai menghadapi masalah hormonal yang mulai membara; menyukai perempuan dan ingin menonton film yang sedikit “panas”. Read the rest of this entry »

Laskar Pelangi: Banyak Beri, Jangan Banyak Minta

12

Posted by vizon | Posted in hiburan, pendidikan | Posted on 26-09-2008

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

Akhirnya, jadi juga kami nonton film ini, setelah kemarin di hari pertama gagal karena kehabisan tiket. Padahal di hari pertama itu, cukup istimewa. Pasalnya, Sri Sultan Hamengkubuwono X beserta kru film Laskar Pelangi; Andrea Hirata sang penulis, Riri Riza sang sutradara dan Mira Lesmana sang produser mengadakan nonton bareng pada pemutaran perdananya di Jogja. Tapi kekecewaan itu terobati juga setelah menonton filmnya di hari kedua.

Secara keseluruhan film ini sangat bagus. Ceritanya cukup menggugah emosi dan gambar-gambar yang ditampilkan cukup membuat anakku berdecak kagum, “Emang itu di Indonesia Pa?, kok bagus amat? Emang ada tempat seperti itu di Indonesia?” Dan sejumlah pertanyaan lainnya yang membuatku kewalahan melayaninya. Memang harus diakui, bahwa pengambilan gambarnya sangat bagus, sehingga lokasi yang biasa-biasa saja terlihat sangat eksotis. Read the rest of this entry »