<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SURAU INYIAK &#187; padang</title>
	<atom:link href="http://hardivizon.com/tag/padang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hardivizon.com</link>
	<description>just another way to know</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jul 2010 03:58:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>terbang pertama</title>
		<link>http://hardivizon.com/2010/06/27/terbang-pertama/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2010/06/27/terbang-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jun 2010 16:09:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[liburan]]></category>
		<category><![CDATA[bukittingi]]></category>
		<category><![CDATA[duri]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[padang]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman pertama]]></category>
		<category><![CDATA[pesawat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1812</guid>
		<description><![CDATA[Masih ingatkah sahabat sekalian waktu pertama kali naik pesawat terbang? Berjuta rasanya bukan? Apalagi bagi yang tidak memiliki kecukupan ekonomi, tentu saja pengalaman itu adalah pengalaman yang sangat mewah, sehingga sulit untuk dilupakan. Pertama kali aku merasakan naik pesawat terbang, sekaligus pengalaman pertama menginjakkan kaki di Jakarta adalah pada tahun 80-an. Saat itu, aku masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fhardivizon.com%2F2010%2F06%2F27%2Fterbang-pertama%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<p style="text-align: justify;">Masih ingatkah sahabat sekalian waktu pertama kali naik pesawat terbang? Berjuta rasanya bukan? Apalagi bagi yang tidak memiliki kecukupan ekonomi, tentu saja pengalaman itu adalah pengalaman yang sangat mewah, sehingga sulit untuk dilupakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pertama kali aku merasakan naik pesawat terbang, sekaligus pengalaman pertama menginjakkan kaki di Jakarta adalah pada tahun 80-an. Saat itu, aku masih duduk di bangku kelas 2 SD. Adalah <em>Paktuo</em>-ku (pakde) yang menawarkanku untuk merasakan pengalaman seperti itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Beliau yang guru di sebuah STM Negeri di Kota Bukittinggi, mendapatkan undangan penataran di Bandung selama 2 minggu. Beliau diberi 2 tiket Garuda Padang-Jakarta, pp. Karena beliau berpikir ingin sekalian mengajak keluarganya liburan ke Jakarta, maka akupun ditawarkan untuk ikut. Keduaorangtuaku pun mengizinkannya. Mereka bilang, itu sebagai hadiah buat prestasiku di sekolah. Aih&#8230; betapa girangnya hatiku kala itu.<span id="more-1812"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Seminggu jelang keberangkatan, perasaanku sudah campur aduk; tak sabar rasanya menunggu hari itu. Karena kami berangkat dari Padang, maka akupun harus rela menempuh perjalanan panjang Duri-Bukittinggi-Padang. Di kala itu, perjalanan darat Duri-Padang bukanlah mudah dan singkat. Jalannya yang masih berliku bak ular naga yang sedang mengamuk, ditambah kendaraan yang tidak memadai, membuat perjalanan itu benar-benar menyiksa lahir-batin secara sempurna. Namun, bayangan akan pesawat telah membuat siksaan itu tak berarti sama sekali.. <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Tibalah hari yang ditunggu-tunggu. Aku benar-benar naik pesawat. Sebagai anak kecil dan orang kampung pulak, tentu saja sikapku sangat norak. Aku bertanya tentang apa saja dengan suara yang tidak bisa dikatakan pelan, sekaligus dengan logat Minang yang sangat kental. Duh&#8230; kalau dibayangkan sekarang, malu juga rasanya, hahaha&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Kenorakanku itu terus berlanjut, sampai di saat kami disuguhkan makanan. Aku tidak ingat apa menunya kala itu. Yang sangat aku ingat adalah keherananku akan peralatan makan yang kami terima. Ada sendok, garpu dan juga pisau yang semuanya terbuat dari plastik. Rasanya, baru kali itulah aku melihat peralatan makan semacam itu. Kontan saja sikap kampunganku muncul. Akupun meminta agar peralatan tersebut dibawa pulang.  Bukan hanya itu, gelas plastik bekas minum kamipun langsung kukantongi&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Begitulah, berbagai polah kampungan yang aku lakukan selama perjalanan itu, diakhiri dengan sebuah peristiwa yang tak kalah noraknya. Yaitu, ketika kami sudah mendarat di Bandara Halim aku kebingunan membuka sabuk pengaman. Aku panik, teriak-teriak dan nyaris menangis. Huahaha&#8230; jika mengingat itu, aku benar-benar malu. <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Nah, sahabat sekalian&#8230; itulah kisah pertamaku naik pesawat. Pengalaman itu benar-benar membekas di benak dan hatiku sampai saat ini. Bagaimana dengan Anda&#8230;? Kapan peristiwa itu pertama kali anda alami dan bagaimana rasanya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2010/06/27/terbang-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>hijrah</title>
		<link>http://hardivizon.com/2009/12/17/hijrah/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2009/12/17/hijrah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 16:16:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[bunga rampai]]></category>
		<category><![CDATA[duri]]></category>
		<category><![CDATA[hijriyah]]></category>
		<category><![CDATA[padang]]></category>
		<category><![CDATA[pekanbaru]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru islam]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1279</guid>
		<description><![CDATA[Hijrah, secara fisik bermakna perpindahan seseorang dari suatu tempat ke tempat lain dengan tujuan tertentu. Sementara secara maknawi, hijrah bermakna perpindahan seseorang dari sikap yang tidak baik menjadi lebih baik. Aku telah mengalami beberapa kali hijrah secara fisik. Pertama, di tahun 1985, setamat dari sekolah dasar, aku hijrah dari tanah kelahiranku, Duri-Riau, menuju desa Gontor [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fhardivizon.com%2F2009%2F12%2F17%2Fhijrah%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<p style="text-align: justify;">Hijrah, secara fisik bermakna perpindahan seseorang dari suatu tempat ke tempat lain dengan tujuan tertentu. Sementara secara maknawi, hijrah bermakna perpindahan seseorang dari sikap yang tidak baik menjadi lebih baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku telah mengalami beberapa kali hijrah secara fisik. Pertama, di tahun 1985, setamat dari sekolah dasar, aku hijrah dari tanah kelahiranku, Duri-Riau, menuju desa Gontor di Ponorogo Jawa Timur. Selama enam tahun aku berada di sana. Berbagai pengalaman dan pengetahuan telah kureguk, dan itu telah berhasil memberi pengaruh sangat besar dalam hidupku.</p>
<p style="text-align: justify;">Kedua, pada tahun 1992, aku hijrah ke kota Padang. Karena kecewa tidak dapat melanjutkan kuliah ke Mesir, akupun memilih untuk kuliah di kampung halaman leluhurku itu. Terbersit sebuah niat di hati untuk belajar bersungguh-sungguh demi membuktikan kepada khalayak bahwa lulusan dalam negeri tetap dapat bersaing dengan lulusan luar negeri. Apakah sekarang aku sudah dapat membuktikannya? Entahlah, yang pasti, saat ini aku sangat bersyukur karena dengan kuliah di kota Padang membuatku tidak buta sama sekali dengan adat budaya asalku.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketiga, pada tahun 1997, aku hijrah ke kota Pekanbaru. Beasiswa S2 di IAIN Sulthan Syarif Qasim telah mengantarku ke kota itu. Meski aku lahir dan dibesarkan di kota Duri yang berjarak hanya 4 jam perjalanan ke kota Pekanbaru, tapi pengetahuanku akan ibukota propinsi Riau tersebut sangatlah minim. Ketika mulai menginjakkan kaki di kota tersebut, aku cetuskan niat untuk menggali sebanyaknya pengetahuan dan pergaulan di situ. Dan, alhamdulillah, niatan itupun tercapai. Sebuah kampung bernama Limbungan di Rumbai telah menjadi kampung keduaku. Warga di situ telah berhasil memberi makna berarti bagi kehidupanku dan keluarga. Kampung itu, telah sangat identik dengan kami.<span id="more-1279"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun 2004, aku hijrah untuk yang keempat kalinya. Yogyakarta adalah kota tujuanku. Banyak sahabat dan sejawat yang mempertanyakan mengapa aku memilih kota itu sebagai tempat kuliah S3-ku? Jawabku adalah karena aku sangat yakin bahwa Yogyakarta akan memberiku banyak pengalaman dan ruang belajar yang tidak sedikit. Aku sangat tertarik dengan keramahan dan kreatifitas warganya. Kelebihan mereka itu, ingin kupelajari dan kujadikan bagian tak terpisahkan dari diriku. Alhamdulillah, niatan itupun tercapai. Di samping aku beroleh ilmu pengetahuan secara teoritis dari kampus, aku juga beroleh pengalaman dan pengetahuan yang luar biasa dari masyarakat. Kweni adalah kampung yang telah kuanggap sebagai &#8220;kampus terbuka&#8221; bagi diriku. Darinya aku belajar banyak hal; soal ketulusan, kesabaran dan toleransi.</p>
<p style="text-align: justify;">Hijrah yang kulalui selama ini adalah sebuah perjalanan dalam rangka menuntut ilmu dan menambah pengalaman. Segala niat yang kucetuskan di setiap awal perjalanan itu, akhirnya terwujud dan berhasil kudapatkan. Aku jadi teringat dengan sabda Nabi Muhammad SAW dalam salah satu hadis beliau: <em>&#8220;Sesungguhnya, amal perbuatan seseorang itu tergantung kepada niatnya, dan ia akan beroleh balasan sesuai dengan apa yang diniatkannya&#8221;.</em> Hal ini menunjukkan bahwa baik-buruk yang kita peroleh dari hijrah kita, tergantung dari apa tujuan yang kita tanam sebelumnya. <em></em></p>
<p style="text-align: justify;">Saat ini, umat Islam di seluruh dunia menyambut tahun baru Islam. Penanggalan ala Islam ini diberi nama Hijriyah, sebagai pengingat akan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Hijrah yang dilakukan itu telah memberi kemajuan yang luar biasa dalam kehidupan beliau. Masyarakat Madinah dapat menerima beliau dengan tangan terbuka. Bahkan akhirnya, beliau pun dipercaya sebagai pemimpin negara ketika itu. Hijrah yang beliau lakukan telah membuahkan hasil positif.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka, sempena peringatan TAHUN BARU ISLAM 1431 HIJRIYAH, adalah saat yang tepat bagi kita untuk merenungi kembali, seberapa baikkah niat kita dalam &#8220;berhijrah&#8221;? Apakah hijrah yang kita lakukan adalah dalam rangka memperluas keburukan yang kita miliki, ataukah untuk memperbaikinya? Semuanya, ada dalam hati kita&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Lanjutan dari hadis Nabi di atas adalah: <em>&#8220;Barangsiapa yang niat hijrahnya karena Allah, ia akan memperoleh ridha-Nya, dan barangsiapa yang niat hijrahnya karena dunianya, maka ia akan beroleh dunia itu&#8221;</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">So, mari kita luruska niat dalam berhijrah&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #ff0000;">SELAMAT TAHUN BARU ISLAM<br />
1431 HIJRIYAH</span></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2009/12/17/hijrah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>kopdar bonus</title>
		<link>http://hardivizon.com/2009/10/15/kopdar-bonus/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2009/10/15/kopdar-bonus/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 10:57:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[alam]]></category>
		<category><![CDATA[kampung blagu]]></category>
		<category><![CDATA[minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[curup]]></category>
		<category><![CDATA[duri]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[kopdar]]></category>
		<category><![CDATA[padang]]></category>
		<category><![CDATA[pekanbaru]]></category>
		<category><![CDATA[sumbar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1153</guid>
		<description><![CDATA[Kunjunganku ke Sumbar ternyata berbonus kopdar dengan beberapa blogger ngetop. Mereka adalah orang-orang yang lumayan akrab di dunia maya, tapi belum pernah bertemu muka. Padang Begitu sampai di kota ini, aku coba kontak Imoe dan Arif. Ternyata, cukup sulit untuk bertemu pada situasi seperti ini. Imoe yang tengah sibuk dengan urusan recovery mental anak-anak bersama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fhardivizon.com%2F2009%2F10%2F15%2Fkopdar-bonus%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<p style="text-align: justify;">Kunjunganku ke Sumbar ternyata berbonus kopdar dengan beberapa blogger ngetop. Mereka adalah orang-orang yang lumayan akrab di dunia maya, tapi belum pernah bertemu muka.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #339966;">Padang</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Begitu sampai di kota ini, aku coba kontak <a href="http://imoe.wordpress.com/2009/10/10/beginilah-ceritanya/"><strong>Imoe</strong></a> dan <a href="http://www.langittimur.com/wake-me-up-when-september-ends/"><strong>Arif</strong></a>. Ternyata, cukup sulit untuk bertemu pada situasi seperti ini. Imoe yang tengah sibuk dengan urusan recovery mental anak-anak bersama Lembaga Perlindungan Anak, berusaha mencari celah waktu untuk dapat bertemu. Sementara Arif, yang masih muda belia itupun harus berusaha menyusun strategi agar dapat izin keluar malam dari sang ayah. Akhirnya, dengan berbagai usaha, kamipun berhasil bertemu.<span id="more-1153"></span></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1154" title="kopdar-01" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/10/kopdar-01.JPG" alt="kopdar-01" width="448" height="336" /><br />
<span style="color: #ff0000;">Aku, Arif &#8220;aurora&#8221; dan Imoe</span></p>
<p style="text-align: justify;">Pertemuan kami lakukan di Panti Asuhan Darul Ma&#8217;arif. Obrolan berlangsung dengan akrab, seolah kami sudah bertemu sekian lama. Arif yang masih SMA itu, ternyata memiliki kemampuan berpikir yang melebihi anak-anak seusianya. Kalau orang sesekali bertemu dengannya, bisa-bisa ia dikira anak kuliahan&#8230; (Arif, jangan besar kepala ya, hehe&#8230;)</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan Imoe, pembicaraan sedikit serius ketika ia melontarkan rencana kegiatannya bagi anak-anak korban gempa di Padang dan Pariaman. Konsep yang direncanakannya dia sebut dengan play-therapy. Yakni, mengadakan kegiatan bermain bersama bagi anak-anak tersebut, sehingga dengan demikian dapat mengalihkan perhatian mereka dari bayangan kengerian akibat gempa tempo hari.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam perjalananku ke Pariaman, sempat aku bertemu dengan beberapa anak. Memang terlihat di raut wajah mereka rona ketakutan akan goncangan dahsyat tempo hari. Rasanya tepat bila kegiatan semacam yang dicanangkan Imoe dan kawan-kawan untuk dilaksanakan. Sumbangan berupa alat-alat permainan, sepertinya tepat untuk itu.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-medium wp-image-1155" title="gampo-41" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/10/gampo-41-300x224.jpg" alt="gampo-41" width="300" height="224" /><img class="alignnone size-medium wp-image-1156" title="gampo-22" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/10/gampo-22-300x224.jpg" alt="gampo-22" width="300" height="224" /><br />
<span style="color: #ff0000;">Anak-anak ini, musti dipulihkan senyumnya</span></p>
<p><strong>Duri</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah selesai segala urusan di Padang dan Pariaman, akupun pulang ke Payakumbuh, menemui ibu mertua. Sebetulnya aku ada janji dengan <a href="http://nakjadimande.com/"><strong>Bundo</strong></a> &#8220;nakjaDimande&#8221; dan suaminya <a href="http://dianfs.wordpress.com/"><strong>KD</strong></a> untuk bertemu di Bukittinggi. Namun, karena waktu dan keadaan yang tidak pas, pertemuan itupun urung kami lakukan. Mudah-mudahan di lain waktu, ada kesempatan untu itu lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Satu hari di Bukittingi dan Payakumbuh, akupun berangkat ke kota Duri, kota kelahiranku, tempat orangtuaku berada saat ini. Rasanya sudah lama sekali aku tidak pulang ke kota itu. Ada banyak perubahan di sana sini, meski kesemrawutannya tetap saja masih terlihat. Bagaimanapun keadaannya, kota itu adalah kota kelahiranku, aku tetap bangga akannya. <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Di kota ini, akupun tidak melewatkan kesempatan untuk bertemu dengan seseorang yang berjasa besar atas adanya blogku ini, yaitu Jumria Rahman alias <a href="http://ria.choosen.net/2009/10/13/kijang-rusa-dan-tanduk-vs-mobil/"><strong>RIA</strong></a>. Berkat tangan dinginnyalah blog ini bisa jadi seperti ini. Aku yang sama sekali buta soal IT, sedikit demi sedikit dapat dicerahkan oleh Ria.</p>
<p style="text-align: justify;">Pertemuan kami langsungkan di sebuah warung bakso yang menjadi langganan Ria. Ssstt.. jangan tanya, bagaimana cara makan Ria.. huahahaha&#8230;. <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Warung bakso itu sengaja kami pilih karena memiliki fasilitas hotspot. Sehingga, aku bisa kopdar sekaligus konsultasi blog dan e-learning kepada sang empu.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-medium wp-image-1157" title="kopdar-02" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/10/kopdar-02-300x224.jpg" alt="kopdar-02" width="300" height="224" /><img class="alignnone size-medium wp-image-1158" title="kopdar-03" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/10/kopdar-03-300x224.jpg" alt="kopdar-03" width="300" height="224" /><br />
<span style="color: #ff0000;">Kopdar di Duri bersama Ria dkk. Coba tebak, siapa yang makannya paling banyak&#8230;? <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #339966;"><strong>Pekanbaru</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">Setelah dua hari di kota Duri, akupun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke kota Curup di Propinsi Bengkulu, tempat aku bekerja. Untuk mencapai Curup, satu-satunya cara adalah melalui jalan darat. Bus kesana adanya di Pekanbaru. Maka, pagi-pagi pukul 8 aku pun berangkat ke Pekanbaru. Sampai di sana pukul 11.30 wib. Karena jadwal keberangkatan bus adalah pukul 17.30, maka masih tersisa cukup waktu bagiku untuk mengitari kota yang pernah kutinggali selama beberapa tahun dan sekaligus kopdar dengan blogger tentunya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">Blogger Pekanbaru yang kukenal adalah <a href="http://soyjoy76.wordpress.com/2009/10/13/windfall-profit/"><strong>Anderson</strong></a> &#8220;soyjoy&#8221;. Dengan sedikit ragu kukontak ia, karena aku tahu, sebagai bankir tentu dia memiliki waktu yang sangat terbatas pada jam kerja seperti ini. Entah bagaimana caranya memberi alasan di kantor, yang jelas, pukul 13.30 kamipun bertemu di sebuah kafe. Makan siang dan membicarakan banyak hal. Terus terang, aku belajar banyak darinya. Pengetahuannya yang luas tentang Ekonomi, sanggup membelalakkan mataku. Benar-benar sebuah pertemuan singkat yang luar biasa.</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><img class="alignnone size-full wp-image-1159" title="kopdar-04" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/10/kopdar-04.JPG" alt="kopdar-04" width="474" height="356" /><br />
<span style="color: #ff0000;">Kopdar di Pekanbaru bersama Anderson &#8220;Soyjoy&#8221;</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">Dan&#8230; sekarang, aku sudah berada di Curup, setelah melalui perjalanan yang cukup melelahkan, 15 jam. Tapi, aku sangat bersyukur, karena perjalananku penuh warna. Melihat langsung akibat yang ditinggalkan oleh gempa Sumatera Barat dan berinteraksi dengan para korban, bertemu dengan keluarga di Bukittinggi, Payakumbuh dan Duri, serta kopdar dengan para blogger tentunya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">Buat sahabat blogger yang kopdar denganku kemarin, aku haturkan terima kasih banyak. Ada jutaan kesan di hatiku setelah bertemu kalian. Aku bangga dan bersyukur bisa mengenal orang-orang hebat ini. Semoga persahabatan ini terus berlanjut dan hangat. Dan semoga, makin banyak lagi sahabat blogger yang dapat kutemui secara langsung&#8230; Insya Allah&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2009/10/15/kopdar-bonus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>44</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>man-ja</title>
		<link>http://hardivizon.com/2009/10/14/man-ja/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2009/10/14/man-ja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 06:54:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[alam]]></category>
		<category><![CDATA[minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[ar-risalah]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[lubuk minturun]]></category>
		<category><![CDATA[padang]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[sungai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1135</guid>
		<description><![CDATA[Karena di kota Padang saluran PAM putus, maka kami tidak bisa melakukan ritual bersih-bersih diri alias mandi selama dua hari. Jangan ditanya bagaimana rasa dan baunya badanku. Tapi, itu semua tidak jadi soal. Bukankah manusia se kota Padang pada hari-hari belakangan ini juga pada gak mandi alias man-ja (mandi jarang)? Hehehe&#8230; Jum&#8217;at pagi, 9 Oktober [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fhardivizon.com%2F2009%2F10%2F14%2Fman-ja%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<p style="text-align: justify;">Karena di kota Padang saluran PAM putus, maka kami tidak bisa melakukan ritual bersih-bersih diri alias mandi selama dua hari. Jangan ditanya bagaimana rasa dan baunya badanku. Tapi, itu semua tidak jadi soal. Bukankah manusia se kota Padang pada hari-hari belakangan ini juga pada gak mandi alias man-ja (mandi jarang)? Hehehe&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Jum&#8217;at pagi, 9 Oktober 2009, aku diajak adik-adik relawan untuk mandi di sungai Lubuk Minturun. Tanpa tawar menawar lagi, ajakan itu langsung kusambut dengan gegap gempita (<em>halah, lebay</em>). Terbayang sudah nikmatnya membasahi tubuh dengan air sungai yang jernih dan berbatu itu.<span id="more-1135"></span></p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-1136" title="gampo-45" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/10/gampo-45.JPG" alt="gampo-45" width="448" height="336" /><br />
<span style="color: #ff0000;">Sebelum mandi, narsis dulu ah&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Ok, jangan dekat-dekat ya, orang yang nampang itu asli bau banget&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  Foto yang lagi mandi, dipajang gak ya? Jangaaann&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p style="text-align: justify;">Selesai mandi, tubuh benar-benar terasa segar. Apalagi mandi di sungai dengan air yang mengalir dengan derasnya itu, membuat kita seakan dipijit. Badan ini terasa ringan kembali dan siap melanjutkan akitifitas di kota Padang.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum berangkat ke kota Padang, kami mampir dulu di sebuah pesantren yang terletak tidak jauh dari sungai tersebut. Pondok Pesantren Ar-Risalah namanya. Dan secara tidak kusangka-sangka, ternyata aku bertemu dengan sahabat lama yang menjadi pengasuh di sana. Aha, sekali lagi, perjalanan ini memberiku &#8220;bonus&#8221; bertemu dengan sahabat lama.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-medium wp-image-1137" title="gampo-50" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/10/gampo-50-300x224.jpg" alt="gampo-50" width="300" height="224" /><img class="alignnone size-medium wp-image-1138" title="gampo-51" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/10/gampo-51-300x224.jpg" alt="gampo-51" width="300" height="224" /><br />
<span style="color: #ff0000;">Bertemu sahabat lama di Pondok Pesantren Ar-Risalah, Lubuk Minturun Padang</span></p>
<p style="text-align: justify;">Memasuki kota Padang, terlihat kerusakan yang sangat parah di sana-sini. Bila di Pariaman yang rusak adalah rumah-rumah penduduk, maka di kota Padang justru yang rusak adalah gedung-gedung besar; ada mal, hotel, kantor pemerintahan, rumah ibadah, dan sekolah. Karena gedung yang rubuh itu tergolong berat, maka proses evakuasi membutuhkan alat berat yang tidak sedikit. Karena keterbatasan peralatan tersebut, maka masih banyak gedung-gedung yang belum dijamah sama sekali. Menurut informasi, tim SAR lebih mendahulukan gedung yang diduga di dalamnya terdapat korban manusia.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-medium wp-image-1139" title="gampo-55" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/10/gampo-55-300x224.jpg" alt="gampo-55" width="300" height="224" /><img class="alignnone size-medium wp-image-1140" title="gampo-62" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/10/gampo-62-300x224.jpg" alt="gampo-62" width="300" height="224" /><img class="alignnone size-medium wp-image-1142" title="gampo-72" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/10/gampo-72-300x224.jpg" alt="gampo-72" width="300" height="224" /><img class="alignnone size-medium wp-image-1143" title="gampo-85" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/10/gampo-85-300x224.jpg" alt="gampo-85" width="300" height="224" /><br />
<span style="color: #ff0000;">Gedung-gedung besar yang hancur di kota Padang</span></p>
<p style="text-align: justify;">Di beberapa gedung yang rubuh seperti Hotel Ambacang, aroma mayat tercium begitu kuatnya. Pertahananku nyaris jebol. Aku mual sekali. Tapi untungnya semua dapat teratasi, sehingga aku tidak perlu melakukan kesalahan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Di kota Padang, posko bantuan tidaklah sebanyak dan seheboh Pariaman. Sehingga, kami tidak menemukan kesulitan yang berarti dalam menyalurkan bantuan sembako. Dalam waktu singkat, 1,5 ton beras, mie instan, susu, air mineral dan minyak goreng terbagi dengan mudah ke posko-posko yang sudah kami data sehari sebelumnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sore hari, aku meminta ijin kepada teman-temanku untuk melakukan perjalanan sendiri. Ada beberapa tempat yang ingin kukunjungi, di antaranya kampus IAIN Imam Bonjol, tempatku berkuliah dulu. Kampus tempatku menimba ilmu sekaligus menemukan jodoh, hehe&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Kampus yang terletak di daerah Lubuk Lintah itupun tidak luput dari kerusakan akibat gempa. Salah satunya adalah gedung Fakultas Ushuluddin, gedung tempat aku berkuliah dulu. Menurut hasil pemeriksaan, gedung ini sama sekali tidak layak pakai. Aih, kasihan juga, gedung tua itu terpaksa dirobohkan. Semoga kenangan yang terajut di dalamnya tidak ikut roboh bersama robohnya gedung itu nantinya.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-medium wp-image-1144" title="gampo-77" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/10/gampo-77-224x300.jpg" alt="gampo-77" width="224" height="300" /><img class="alignnone size-medium wp-image-1145" title="gampo-78" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/10/gampo-78-224x300.jpg" alt="gampo-78" width="224" height="300" /><br />
<span style="color: #ff0000;">Gedung Fakultas Ushuluddin IAIN Imam Bonjol yang tidak layak huni lagi</span></p>
<p style="text-align: justify;">Terakhir, akupun menuju ke Panti Asuhan Darul Ma&#8217;arif di daerah Naggalo Padang. Beberapa pengasuhnya adalah sahabat-sahabat lamaku. Dulu, aku juga pernah berkegiatan di panti asuhan tersebut. Sekali lagi, gempa juga ikut meluluhlantakkan panti yang berisikan 60 orang siswa ini. Demi keamanan, maka penghuni panti dipulangkan dulu untuk sementara ke rumah mereka masing-masing. Semoga panti ini segera terbangun kembali, sehingga anak-anak tersebut dapat ditampung kembali.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-medium wp-image-1146" title="gampo-83" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/10/gampo-83-300x224.jpg" alt="gampo-83" width="300" height="224" /><img class="alignnone size-medium wp-image-1147" title="gampo-84" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/10/gampo-84-300x224.jpg" alt="gampo-84" width="300" height="224" /><br />
<span style="color: #ff0000;">Panti Asuhan dan SLB Darul Ma&#8217;arif</span></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk sementara, penyaluran bantuan kami cukupkan. Beberapa program recovery dan rehabilitasi sudah kami susun. Semoga segera dapat kami wujudkan dan sinergikan dengan berbagai lembaga lainnya. Terbersit harapan, agar Sumatera Barat segera pulih dan kembali bersemangat meniti masa depan. Ujian yang Tuhan berikan, sudahlah pasti telah disesuaikanNya dengan kemampuan kita. Sehingga, tidak mungkin kita tidak menemukan jalan keluar dalam mengatasi musibah ini.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1149" title="gampo-52" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/10/gampo-521-300x224.jpg" alt="gampo-52" width="300" height="224" /></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;">Tetap bersemangat, sebagaimana harapan dari tugu ini yang terletak di perempatan Nanggalo Padang. Simpang ini kerap disebut sebagai &#8220;simpang tinju&#8221; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><em><span style="color: #008000;">bersambung&#8230;.</span></em><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2009/10/14/man-ja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>pariaman laweh</title>
		<link>http://hardivizon.com/2009/10/13/pariaman-laweh/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2009/10/13/pariaman-laweh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 08:40:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[alam]]></category>
		<category><![CDATA[minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[mengemis]]></category>
		<category><![CDATA[padang]]></category>
		<category><![CDATA[pariaman]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[surau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1120</guid>
		<description><![CDATA[Ada perasaan yang berbeda ketika aku menginjakkan kaki kembali di bumi Minangkabau pada Rabu 7 Oktober 2009 yang lalu. Bencana gempa bumi yang melanda ranah tersebut beberapa hari sebelumnya membuat kepulanganku kali ini dipenuhi emosi yang tak menentu. Rasa ingin segera bertemu dengan sanak famili serta sahabat-sahabat lama, bercampur dengan keharuan melihat kehancuran di sana-sini. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fhardivizon.com%2F2009%2F10%2F13%2Fpariaman-laweh%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<p style="text-align: justify;">Ada perasaan yang berbeda ketika aku menginjakkan kaki kembali di bumi Minangkabau pada Rabu 7 Oktober 2009 yang lalu. Bencana gempa bumi yang melanda ranah tersebut beberapa hari sebelumnya membuat kepulanganku kali ini dipenuhi emosi yang tak menentu. Rasa ingin segera bertemu dengan sanak famili serta sahabat-sahabat lama, bercampur dengan keharuan melihat kehancuran di sana-sini. Visualisasi yang ditinggalkan akibat pemberitaan di televisi telah mampu mempengaruhi emosiku.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu bertemu dengan sahabatku Darmon, yang menjemputku di bandara, tak kuasa kubendung keharuanku. Kujabat erat tangannya, berharap agar dapat kubantu ringankan bebannya, meski sedikit. Dia termasuk salah satu dari korban gempa bumi itu. Rumahnya di Lubuk Alung tak luput dari kerusakan. Tapi, dengan tekad ingin membantu warga yang kesusahan, dengan segala kemampuannya, dia lakukan apa saja untuk itu, termasuk menghubungiku sehari jelang keberangkatanku ke Padang.<span id="more-1120"></span></p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-medium wp-image-1121" title="gampo-02" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/10/gampo-02-300x224.jpg" alt="gampo-02" width="300" height="224" /><img class="alignnone size-medium wp-image-1122" title="gampo-21" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/10/gampo-21-300x224.jpg" alt="gampo-21" width="300" height="224" /><img class="alignnone size-medium wp-image-1129" title="gampo-15" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/10/gampo-15-300x224.jpg" alt="gampo-15" width="300" height="224" /><img class="alignnone size-medium wp-image-1124" title="gampo-35" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/10/gampo-35-300x224.jpg" alt="gampo-35" width="300" height="224" /><br />
<span style="color: #ff0000;">Rumah, surau dan sekolah tak luput dari kerusakan akibat gempa ini</span></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah beristirahat sejenak dan menyusun rencana penyebaran bantuan, kamipun segera menuju Lubuk Alung. 1,5 ton beras kami <img class="alignright size-thumbnail wp-image-1125" title="gampo-06" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/10/gampo-06-150x150.jpg" alt="gampo-06" width="150" height="150" />beli dan siap untuk didistribusikan. Karena Darmon sudah mensurvey beberapa hari sebelumnya, maka cukup mudah bagi kami untuk menentukan titik-titik mana saja yang patut kami kunjungi pada hari pertama tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa kampung di seputar Lubuk Alung dan Sungai Limau pun mulai kami telusuri. Di sana-sini kerusakan sangat jelas terlihat; ada rumah yang rubuh, sekolah yang rusak parah dan surau atau masjid yang tak bisa dipakai lagi. Bergidik aku melihat semua itu. Terbayang betapa akan sangat lama waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan itu semua.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada pemandangan  yang mengharukan, tapi ada juga pandangan yang merisaukan. Di antaranya adalah beberapa kelompok pemuda dan bapak-bapak yang masih dengan santainya duduk-duduk beramai-ramai di posko, menanti bantuan yang datang. Dalam pikiranku, kenapa harus bergerombolan begitu mereka di sana. Tidakkah cukup dua atau tiga orang saja yang duduk di sana, dan yang lainnya melakukan gotong royong untuk membersihkan puing-puing rumah mereka yang rubuh? Ah, aku tak mengerti jalan pikiran mereka. Barangkali mereka masih syok, tapi masa iya selama itu?</p>
<p>Di sudut lain, kutemukan jejeran anak-anak yang mengemis di jalanan. Mengulurkan kardus bekas mie instan ke kendaraan yang lalu lalang, mengharapkan bantuan dari mereka. Aku sungguh terganggu melihat itu semua. Mengapa harus seperti itu mereka lakukan? Benarkah mereka tidak mendapatkan bantuan apapun? Ataukah mereka sedang menikmati &#8220;kesengsaraan&#8221; dan merayakan belas kasihan orang lain?</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1126" title="gampo-08" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/10/gampo-08-150x150.jpg" alt="gampo-08" width="150" height="150" /><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1127" title="gampo-28" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/10/gampo-28-150x150.jpg" alt="gampo-28" width="150" height="150" /><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1128" title="gampo-40" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/10/gampo-40-150x150.jpg" alt="gampo-40" width="150" height="150" /><br />
<span style="color: #ff0000;">Haruskah mereka mengemis? Dan kenapa harus anak-anak?</span></p>
<p style="text-align: justify;">Sejenak aku terpana melihat pemandangan itu. Tapi, buru-buru kutepis pikiran tersebut. Aku sadar, bahwa sesungguhnya mereka punya alasan melakukan itu semua. Dan semoga saja alasan itu adalah alasan yang baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah kejadian yang sangat menegangkan kami alami ketika melewati sebuah daerah (tak perlu kusebutkan namanya). Tiba-tiba segerombolan pemuda menghadang mobil pick-up yang kami bawa. Mereka dengan raut yang sok sangar dan suara yang dibuat berat memaksa kami untuk menurunkan sebagian beras yang kami bawa. Untunglah sahabatku Darmon cukup lihai mengatasi masalah. Dengan diplomasi ala Pariaman yang sangat dikuasainya, maka kamipun dapat meninggalkan lokasi tersebut dengan aman. Menurut kabar yang kuterima, ternyata ada banyak kejadian serupa yang dialami para relawan lainnya. Apakah ini efek negatif dari bencana ini ataukan ini akibat dari kelaparan yang mereka tanggung? Oh Tuhan, sungguh emosiku teraduk-aduk tak karuan melihat fenomena ini semua.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurutku, bencana alam ini adalah ujian bagi kita yang tinggal. Baik bagi mereka yang selamat dari ancaman maut akibat gempa itu maupun kita yang berada jauh di luar daerah tersebut. Bagi warga yang selamat, tentulah kesabaran mereka sedang diuji. Apakah mereka akan memanfaatkan kesusahan itu dengan berbuat anarkis dan tindakan tidak terpuji lainnya, ataukah bersikap arif dan bijaksana? Di sisi lain, bagi kita yang berada di luar daerah tersebut, tentulah perhatian kita terhadap mereka dan mengambil hikmah dari itu semua merupakan ujian bagi kita. Bila kita tak peduli dan tak menganggap itu semua ada, maka sudah barang tentu kita tidak lulus dari ujian besar ini. Semoga saja kita tidak terpuruk dalam keburukan sikap menghadapi bencana ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa kampung kami singgahi. Karena Pariaman memiliki area yang sangat luas, maka cukup sulit bagi kami untuk meraihnya. Beberapa jalan yang tertutup longsor pun terpaksa dilalui dengan hati-hati. Namun, segala keletihan perjalanan itu, terobati dengan senyum tulus dari mereka ketika menerima sedikit bantuan yang kusalurkan yang kuperoleh dari sahabat-sahabat di Jogja maupun sahabat-sahabat bloggerku. Semoga kebahagiaan yang kurasakan pun terasakan oleh para sahabatku itu.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-medium wp-image-1130" title="gampo-09" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/10/gampo-09-300x224.jpg" alt="gampo-09" width="300" height="224" /><img class="alignnone size-medium wp-image-1131" title="gampo-17" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/10/gampo-17-300x224.jpg" alt="gampo-17" width="300" height="224" /><img class="alignnone size-medium wp-image-1132" title="gampo-19" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/10/gampo-19-300x224.jpg" alt="gampo-19" width="300" height="224" /><img class="alignnone size-medium wp-image-1133" title="gampo-07" src="http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2009/10/gampo-07-300x224.jpg" alt="gampo-07" width="300" height="224" /><br />
<span style="color: #ff0000;">Senyum tulus dan tawa bahagia mereka, telah mampu menghapus segala kelelahan. Dan, itu semua terjadi berkat tangan-tangan ikhlas dari sahabat-sahabatku yang luar biasa, baik di Jogja maupun dunia maya. Terima kasih buat Anda semua&#8230;<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">Pukul 10 malam, perjalananpun kami akhiri untuk sementara. Kami memutuskan untuk menginap di kota Padang, di kantor IKADI (Ikatan Da&#8217;i Indonesia) cabang Sumatera Barat. Rasanya, aku ingin mengguyur tubuh ini dengan air segar, tapi sayang, kota Padang tidak berair selama beberapa hari belakang ini, air PAM mati! Oh no, rupanya Tuhan tidak mengizinkan kami untuk bersenang-senang,</span> kami harus ikut merasakan kegerahan, sama seperti yang dialami warga kota Padang.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam keletihan dan bau badan yang tak karuan, akupun menerima kedatangan sahabat blogger yang sudah lama ku kenal namun belum pernah bertemu. Pukul 10.30 malam, Imoe datang menemuiku bersama dua orang adik-adik remaja asuhannya. Pertemuan itu ternyata sanggup memberi kesejukan bagiku. Cerita mengenai kopdar yang tidak biasa ini, nanti akan kusampaikan pada postingan berikutnya. <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #339966;">bersambung&#8230;.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2009/10/13/pariaman-laweh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>pulang</title>
		<link>http://hardivizon.com/2009/10/04/pulang/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2009/10/04/pulang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 11:16:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[alam]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[kweni]]></category>
		<category><![CDATA[padang]]></category>
		<category><![CDATA[solidaritas]]></category>
		<category><![CDATA[sumbar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=1117</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang kuceritakan pada postingan sebelum ini, bahwa sejak gempa melanda Sumatera Barat, kami berusaha untuk mengontak seluruh keluarga di Sumbar, terutama yang di Padang. Dengan usaha yang gigih dan kesabaran yang luar biasa, akhirnya aku dapat terhubung dengan kakakku di Padang. Meski hanya sms, tapi itu sudah cukup melegakan. Kakak dan adikku beserta keluarganya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fhardivizon.com%2F2009%2F10%2F04%2Fpulang%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<p style="text-align: justify;">Seperti yang kuceritakan pada postingan sebelum ini, bahwa sejak gempa melanda Sumatera Barat, kami berusaha untuk mengontak seluruh keluarga di Sumbar, terutama yang di Padang. Dengan usaha yang gigih dan kesabaran yang luar biasa, akhirnya aku dapat terhubung dengan kakakku di Padang. Meski hanya sms, tapi itu sudah cukup melegakan. Kakak dan adikku beserta keluarganya yang ada di Padang, alhamdulillah selamat. Meski rumah mereka porak poranda, tapi itu tidak lantas mengurasi rasa syukur kami.</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya aku pun berhasil menghubungi Imoe, sahabat blogger. Dari sms yang dikirimnya, akupun dapat mengetahui bahwa dia baik-baik saja. Soal kerusakan rumah, entahlah, karena itu sudah tidak menjadi fokusku lagi. Yang penting ia selamat. Begitupun dengan Arif &#8220;aurora&#8221;. Secara mengejutkan dia tampil memberi komen di postingan terdahulu dan bahkan sudah membuat sebuah postingan di blognya. Alhamdulillah&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, yang aku belum dapatkan informasinya adalah beberapa sahabatku semasa kuliah di Padang dulu. Tidak satupun dari mereka yang berhasil kuhubungi. Beberapa di antara mereka kuketahui bertempat tinggal di daerah yang dikabarkan mengalami kerusakan yang cukup parah. Semoga saja mereka juga baik-baik saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada pemandangan yang mengharukanku yang terjadi di Kweni. Secara spontan pemuda Kweni berkeliling kampung, membawa sebuah kardus bekas mie instan yang sudah dibungkus rapi dan bertuliskan: <span style="color: #ff0000;"><strong>&#8220;Bantuan Solidaritas Gempa Padang&#8221;</strong></span>. Aih, aku tak dapat menyembunyikan keterharuanku.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu juga di sekolah putriku, Satira. Mereka mengumpulkan dana solidaritas itu sedikit demi sedikit untuk kemudian mereka serahkan kepadaku agar kuteruskan kepada saudara-saudara di Padang. Mereka menyerahkannya kepadaku setelah tahu bahwa aku akan ke Padang pada hari Rabu, 7 Oktober 2009 mendatang, insya Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi teman-teman&#8230; Postingan ini sekaligus untuk menjawab pertanyaan para sahabat mengenai keadaan keluargaku, dan juga pamit karena aku akan pulang ke Padang pada hari Rabu pagi, 7 Oktober 2009. Dengan demikian, kemungkinan aku tidak update postingan dalam waktu yang cukup lama, kecuali kalau aku berhasil mendapatkan koneksi internet di Padang. Mohon doanya, agar semuanya berjalan lancar dan aku bisa bertemu dengan keluarga dan sahabat blogger yang ada di Padang dengan mudah.</p>
<p style="text-align: justify;">Bila ada yang ingin menghubungiku, silahkan kirim email ke: hardi.vizon@gmail.com</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2009/10/04/pulang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
