<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SURAU INYIAK &#187; parangtritis</title>
	<atom:link href="http://hardivizon.com/tag/parangtritis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hardivizon.com</link>
	<description>just another way to know</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Sep 2010 03:35:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>tabrak lari</title>
		<link>http://hardivizon.com/2009/08/02/tabrak-lari/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2009/08/02/tabrak-lari/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2009 03:37:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[umum]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[motor]]></category>
		<category><![CDATA[parangtritis]]></category>
		<category><![CDATA[prawirotaman]]></category>
		<category><![CDATA[wirosaban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardivizon.com/?p=927</guid>
		<description><![CDATA[Nyaris satu minggu ini kegiatan luarruangku berkurang drastis.  Aku lebih banyak di rumah. Kalaupun terpaksa bepergian, aku minta diantar istri. Gara-garanya adalah kecelakaan kecil yang kualami pada hari Selasa, 28 Juli 2009 yang lalu. Tulisan ini kutujukan sebagai apresiasiku kepada seorang Bapak yang telah membantuku dan belum sempat kuhaturkan terima kasih kepadanya. Pagi itu, seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fhardivizon.com%2F2009%2F08%2F02%2Ftabrak-lari%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<p style="text-align: justify;">Nyaris satu minggu ini kegiatan luarruangku berkurang drastis.  Aku lebih banyak di rumah. Kalaupun terpaksa bepergian, aku minta diantar istri. Gara-garanya adalah kecelakaan kecil yang kualami pada hari Selasa, 28 Juli 2009 yang lalu. Tulisan ini kutujukan sebagai apresiasiku kepada seorang Bapak yang telah membantuku dan belum sempat kuhaturkan terima kasih kepadanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pagi itu, seperti biasa, aku mengantar Afif dan Satira ke sekolah. Di perjalanan pulang, aku melewati Jl. Parangtritis-Prawirotaman. Ketika itu suasana lumayan ramai. Sepertinya semua orang berpacu dengan waktu, menuju ke tempat tujuan masing-masing. Begitu juga denganku. Tujuanku adalah ke rumah, mengambil Ajib, mengantarnya sekolah dan kemudian melanjutkan perjalananku ke kampus. Tidak ada yang kupikirkan, selain melewati jalan itu dengan baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba, tanpa kusadari, sebuah sepeda motor berusaha menyalip dengan kecepatan tinggi. Barangkali karena ingin menghindari kendaraan dari arah berlawanan, motor itu menyalip dengan posisi yang sangat rapat dengan motorku, akibatnya roda belakang motor itu menyenggol roda depan motorku. Tak pelak lagi, aku kehilangan keseimbangan. Dan&#8230; brraaakk&#8230;! Aku jatuh berguling-guling bersama motorku&#8230;!<span id="more-927"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sejenak kurasakan bumi berputar-putar. Aku nyaris tidak menyadari apa yang terjadi. Tahu-tahu, aku sudah dibaringkan di emper sebuah toko. Tak lama kemudian, aku diangkat ke sebuah mobil. Beberapa saat di mobil itu, aku merasakan mual yang amat sangat di perut. Beruntung aku masih bisa menguasai diri, sehingga muntahanku tidak tumpah di dalam mobil. Melihat itu, si Bapak yang empunya mobil berkata: &#8220;<em>Ndak apa-apa Mas, muntahkan saja di mobil, nanti bisa dibersihkan kok</em>&#8220;. Dalam hati aku bergumam: &#8220;<em>Aih, baik sekali Bapak ini</em>&#8220;.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa menit kemudian aku sudah terbaring di ruang UGD RSU Wirosaban. Seorang perawat mengobati lukaku di kaki, tangan dan kepala. Ketika itu, dua orang polisi mendatangiku dan meminta identitasku serta nomer telpon istriku. Kucoba merogoh kantong celana, syukur sekali, ternyata telpon genggamku masih ada di sana. Segera kuhubungi istriku.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah mendapat jawaban dari istri, akupun tertidur, tak tahu lagi apa yang terjadi di sekelilingku. Entah berapa lama aku tertidur, sampai aku dibangunkan oleh istriku yang sudah berada di rumah sakit tersebut. Tidak berapa lama, dokter pun datang dan menyatakan kalau kondisiku tidak begitu parah, sehingga aku bisa pulang.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku pun pulang ke rumah dengan taksi, sendirian. Sementara, istriku mengurusi segala sesuatunya di rumah sakit, termasuk mengambil sepeda motorku di pos polisi. Setelah beberapa jam di rumah, barulah kurasakan sakit di beberapa persendian, terutama di lutut bagian kiri. Aku nyaris tidak bisa berjalan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika istriku sudah di rumah setelah selesai membereskan semua urusan, termasuk memperbaiki motorku di bengkel, aku teringat dengan si Bapak yang tadi mengantar ke rumah sakit. Ternyata, istriku sama sekali tidak bertemu dengan Bapak itu di rumah sakit. Itu berarti, Bapak tadi hanya mengantarku dan kemudian menyerahkan segala urusannya kepada polisi.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku merasa bersalah sekali kepada Bapak itu. Aku belum sempat mengucapkan terima kasih kepadanya. Dia telah membantuku dengan sangat ikhlas, bahkan dia rela saja bila aku kotori mobilnya dengan muntahku. Andai aku bisa bertemu lagi dengan beliau&#8230; Tapi, argh&#8230;, aku sama sekali tidak ingat dengan wajahnya, duh&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, melalui blog ini aku ingin haturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak yang telah membantuku ketika itu. Semoga Tuhan memudahkan segala urusannya sebagaimana beliau telah memudahkanku. Juga kepada orang-orang yang telah membantuku di tempat kejadian, aku haturkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga Tuhan membalasinya dengan pahala yang berlipat ganda&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2009/08/02/tabrak-lari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
