Aku sedang menunggu tamuku Dr. Khalid Hasan Hindawi dari Qatar di lobi Hotel Quality Yogyakarta. Tiba-tiba ponselku berdering, ada panggilan masuk. Terlihat nomor di layar ponselku, 081380434477. Segere kuangkat.
“Halo…”, aku sapa orang di seberang sana.
“Halo, selamat siang Bapak. Maaf mengganggu sebentar”
“Ya, silahkan, ada apa ya?”
“Kami dari Grapari Telkomsel Jakarta Bapak”
“Ya, ada apa?”
“Selamat Bapak, nomor Simpati Bapak menjadi salah satu pemenang Gebyar Ramadhan Telkomsel”
Ah, perasaanku langsung mengatakan kalau ini adalah usaha penipuan.
“Oya? memangnya Telkomsel ada undian seperti itu sekarang?”
“Ada Pak… Kalau boleh tahu, ini dengan Bapak siapa ya?”
Tanpa pikir panjang, karena tamuku sudah mengunggu, akupun langsung mendamprat orang tersebut.
“Eh Mas, kamu ngakunya orang Telkomsel, kok nama pelanggannya saja tidak tahu? Trus, buat apa kami melakukan registrasi dulu? Sudah pastilah data saya ada sama kalian! Woi… ini bulan puasa. Saatnya untuk bertobat. Janganlah kotori tanganmu dengan perbuatan keji itu. Kasihan amat keluargamu diberi makan dengan uang hasil tipu…!”
Klik…. komunikasi terputus. Terdengar suara ponsel dimatikan secara terburu-buru dari seberang sana.
Argh… ujian puasa di hari-hari pertama sudah mulai nih kayaknya. Duh, kok bisa seemosi itu aku tadi ya? Tapi sudahlah, yang penting aku sudah menyampaikan sesuatu yang mudah-mudahan bermanfaat baginya.
Nah, teman-teman… berhati-hatilah dengan aksi penipuan seperti itu ya. Bisa jadi mereka melakukan aksi hipnotisme melalui telpon. Kalau dulu, biasanya aksi ini hanya lewat sms, tapi sekarang sudah beraniĀ menelpon si calon korban…
Eh, ini adalah postingan tercepatku selama ini. Direct on the spot, hehehe…