Posted by Vizon | Posted in alam, minangkabau | Posted on 14-10-2009
Karena di kota Padang saluran PAM putus, maka kami tidak bisa melakukan ritual bersih-bersih diri alias mandi selama dua hari. Jangan ditanya bagaimana rasa dan baunya badanku. Tapi, itu semua tidak jadi soal. Bukankah manusia se kota Padang pada hari-hari belakangan ini juga pada gak mandi alias man-ja (mandi jarang)? Hehehe…
Jum’at pagi, 9 Oktober 2009, aku diajak adik-adik relawan untuk mandi di sungai Lubuk Minturun. Tanpa tawar menawar lagi, ajakan itu langsung kusambut dengan gegap gempita (halah, lebay). Terbayang sudah nikmatnya membasahi tubuh dengan air sungai yang jernih dan berbatu itu. Read the rest of this entry »
Posted by vizon | Posted in pendidikan | Posted on 20-03-2009
Jamak dipahami bahwa orang besar adalah seseorang yang memiliki jabatan penting atau harta berlimpah. Pemahaman seperti itu tidaklah keliru, tapi tidak juga bisa dikatakan benar sepenuhnya.
Seperti yang pernah kuceritakan di blogku ini dahulu (baca tulisanku: ORANG BESAR), bahwa aku setuju dengan definisi almarhum KH. Imam Zarkasyi, pendiri Pondok Modern Gontor, bahwa orang besar adalah orang yang mau mengajarkan alif-ba-ta walau di surau kecil di daerah terpencil. Read the rest of this entry »
Posted by vizon | Posted in bunga rampai | Posted on 15-12-2008
Hari minggu kemarin, aku melakukan kesalahan kecil yang disebabkan oleh ketidaktahuanku. Tapi, kesahalan kecil itu, sangat membekas dalam di hatiku, dan membuatku memikirkan terus kejadian itu. Entah penyesalan atau kemarahan, lho kok? Begini ceritanya:
Pengurus masjid di kampungku berniat mendirikan Pondok Pesantren dan Panti Asuhan bagi anak yatim dan dhu’afa. Karena ini adalah program kemanusiaan, maka ketika mereka memintaku untuk ikut membantu, terutama mencarikan bantuan dana pembangunan gedungnya, aku langsung menyanggupinya. Read the rest of this entry »
Posted by vizon | Posted in pendidikan | Posted on 08-05-2008
Hari telah menjelang sore. Pesantren yang akan dituju di daerah Magelang masih tersisa 4. Target menyelesaikan kunjungan di Magelang sebelum Isya sepertinya tidak akan tercapai. Aku dan Rahmawan-pun terlibat dalam diskusi; apakah akan menginap di Magelang atau pulang ke Jogja.
Sambil berdiskusi, kami tetap mengarahkan pandangan ke sepanjang jalan di daerah Payaman Kabupaten Magelang tersebut. Karena kami akan menuju sebuah pesantren yang bernama Sirojul Mukhlasin. Setelah agak lama mencari, tiba-tiba mata kami tertumpu pada sebuah papan nama di pinggir jalan: “PESANTREN DAKWAH SIROJUL MUKHLASIN (PAYAMAN II)”. Read the rest of this entry »
Posted by vizon | Posted in pendidikan | Posted on 07-05-2008
Persoalan kebersihan dan keindahan di beberapa pesantren yang saya kunjungi cukup memprihatinkan. Hal ini tentu sangat kontra produktif dengan semangat Islam sendiri; “Kebersihan adalah bagian dari keimanan”.
Dari ke-26 pesantren yang saya kunjungi di seputar Jawa Tengah, yang mendapat kedudukan terburuk adalah PP. Darul Qurro’ di Kawunganten Cilacap. Dan yang terbaik adalah PP. Al-Islah di Kebumen.
Saya ceritakan yang terbaik aja ya, kalau yang terburuk, sudah bisalah anda bayangkan sendiri…
Read the rest of this entry »
Posted by vizon | Posted in pendidikan | Posted on 12-04-2007
“Orang besar adalah yang mengabdikan dirinya di surau kecil di daerah terpencil guna mengajarkan alif ba ta…”, demikian pesan almarhun KH. Imam Zarkasyi, salah seorang pendiri Gontor.
Ketika mendengar kalimat itu, aku hampir pesimis. “Masih adakah orang seperti itu di zaman serba materi seperti sekarang ini?”, kira-kira demikian pertanyaan muncul dalam pikiranku.

bekas sd inpres, disulap menjadi pesantren
Read the rest of this entry »