Posted by Vizon | Posted in alam, minangkabau | Posted on 13-10-2009
Tags: bantuan, gempa, mengemis, padang, pariaman, sekolah, sumbar, surau
Ada perasaan yang berbeda ketika aku menginjakkan kaki kembali di bumi Minangkabau pada Rabu 7 Oktober 2009 yang lalu. Bencana gempa bumi yang melanda ranah tersebut beberapa hari sebelumnya membuat kepulanganku kali ini dipenuhi emosi yang tak menentu. Rasa ingin segera bertemu dengan sanak famili serta sahabat-sahabat lama, bercampur dengan keharuan melihat kehancuran di sana-sini. Visualisasi yang ditinggalkan akibat pemberitaan di televisi telah mampu mempengaruhi emosiku.
Begitu bertemu dengan sahabatku Darmon, yang menjemputku di bandara, tak kuasa kubendung keharuanku. Kujabat erat tangannya, berharap agar dapat kubantu ringankan bebannya, meski sedikit. Dia termasuk salah satu dari korban gempa bumi itu. Rumahnya di Lubuk Alung tak luput dari kerusakan. Tapi, dengan tekad ingin membantu warga yang kesusahan, dengan segala kemampuannya, dia lakukan apa saja untuk itu, termasuk menghubungiku sehari jelang keberangkatanku ke Padang. Read the rest of this entry »

Ini bukan soal Pemilu, karena aku tidak pernah suka membicarakannya. Ini soal kesalahan kecil yang dilakukan guru di sekolah, tapi berdampak besar bagi perkembangan kejiwaan seorang anak.

