<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SURAU INYIAK &#187; stain</title>
	<atom:link href="http://hardivizon.com/tag/stain/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hardivizon.com</link>
	<description>just another way to know</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Sep 2010 03:35:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>kepala tikus vs buntut macan</title>
		<link>http://hardivizon.com/2009/03/18/kepala-tikus-vs-buntut-macan/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2009/03/18/kepala-tikus-vs-buntut-macan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 02:35:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bengkulu]]></category>
		<category><![CDATA[curup]]></category>
		<category><![CDATA[iain]]></category>
		<category><![CDATA[pekanbaru]]></category>
		<category><![CDATA[stain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surauinyiak.wordpress.com/?p=500</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Abang ditempatkan di STAIN Curup!&#8221; &#8220;Curup?, dimana itu?&#8221; &#8220;Bengkulu bang&#8221; &#8220;Apa tidak bisa ditukar?&#8221; &#8220;Tidak bang!&#8221; Dialog sembilan tahun yang lalu itu masih terekam dengan jelas di benakku. Ketika itu sahabatku Qohar menelpon memberitahukan penempatanku sebagai dosen di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Curup. Aku sangat kaget menerima kenyataan itu. Betapa tidak? Melalui program [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fhardivizon.com%2F2009%2F03%2F18%2Fkepala-tikus-vs-buntut-macan%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><em>&#8220;Abang ditempatkan di STAIN Curup!&#8221;<br />
<span style="color:#339966;">&#8220;Curup?, dimana itu?&#8221;</span><br />
&#8220;Bengkulu bang&#8221;<br />
<span style="color:#339966;">&#8220;Apa tidak bisa ditukar?&#8221;</span><br />
&#8220;Tidak bang!&#8221;</em></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dialog sembilan tahun yang lalu itu masih terekam dengan jelas di benakku. Ketika itu sahabatku Qohar menelpon memberitahukan penempatanku sebagai dosen di <a href="http://www.staincurup.ac.id">Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Curup</a>. Aku sangat kaget menerima kenyataan itu. Betapa tidak? Melalui program pembibitan calon dosen IAIN/STAIN se-Indonesia yang aku ikuti, aku merupakan utusan dari <a href="http://www.uin-suska.ac.id">IAIN Pekanbaru</a>, tempat asalku. Seharusnya, di situlah aku ditempatkan. Tapi ini tidak&#8230;! ah, galaunya diriku!<span id="more-500"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah berkonsultasi dengan istri, aku putuskan untuk ke Jakarta keesokan harinya; berikhtiar agar dapat &#8220;dikembalikan&#8221; ke Pekanbaru. Terbayang betapa kacaunya kehidupan yang telah aku susun selama ini bila aku pindah ke Curup. Usaha kami? Taman Bocah kami? Duh&#8230; mau diapakan nanti? Berbagai pertanyaan mondar-mandir di benakku.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya, setelah melewati banyak hari dan banyak orang di Departemen Agama Pusat, akupun sampai pada sebuah kesimpulan; menerima penempatanku di STAIN Curup atau melepas kesempatan menjadi pegawai negeri. Untuk kembali ke Pekanbaru sudah tidak mungkin, karena konsekwensi yang akan terjadi adalah, kawanku yang ditempatkan di Pekanbaru akan menggantikanku di Curup. Tentu saja itu akan menyakiti dirinya. Sama sekali aku tidak mau itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku hampir sampai pada keputusan untuk melepas kesempatan itu, dan melanjutkan rintisan usaha yang telah aku bangun di Pekanbaru, hingga ayahku menelpon dan kami terlibat dalam pembicaraan serius.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">&#8220;Kamu serius mau melepas kesempatan itu?&#8221;<br />
<span style="color:#339966;">&#8220;Iya Pa, aku serius&#8221;</span><br />
&#8220;Sudah kamu pikirkan matang-matang?&#8221;<br />
<span style="color:#339966;">&#8220;Sudah, tapi belum matang benar, menurut Papa bagaimana baiknya?&#8221;</span><br />
&#8220;Tanyakan pada hati kecilmu, apa yang kamu mau dalam hidup ini? Dari dulu cita-citamu apa?&#8221;</span><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#339966;"><br />
&#8220;Jadi dosen!&#8221;<span style="color:#ff0000;"><br />
&#8220;Kenapa dosen?&#8221;</span><br />
&#8220;Karena, dengan menjadi dosen, aku bisa mendidik calon politisi, calon pendidik, bahkan calon presiden sekalipun!&#8221;</span><br />
&#8220;Nah, kenapa tidak kau ambil itu, bukankah itu sudah di depan matamu?&#8221;<br />
<span style="color:#339966;">&#8220;Tapi aku akan mengorbankan banyak hal Pa!&#8221;</span><br />
&#8220;Bukankah selama ini kamu juga sudah berkorban lebih banyak demi cita-citamu itu?&#8221;<br />
<span style="color:#339966;">&#8220;Iya sih&#8221;</span><br />
&#8220;Kau tidak akan mengetahui baik buruknya sesuatu bila kau belum jalani. Jangan takut akan bayang-bayang. Jalani sajalah dulu, setelah kau pahami, kau bisa terus atau mundur. Curup memang kota kecil nak. Tapi, yakinlah, Allah telah mentakdirkan dirimu untuk berada di sana. Ingat, kepala tikus jauh lebih baik dari buntut macan!&#8221;</span></em></p>
<p style="text-align:center;">********</p>
<p style="text-align:justify;">Lamunanku buyar, seiring dengan suara roda pesawat menyentuh landasan pacu di Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu. Aku kembali ke Curup, kota kecil yang menjadi ibukota Kabupaten Rejanglebong, provinsi Bengkulu. Aku akan kembali, setelah 3 tahun aku menginggalkannya untuk meneruskan studiku di Yogyakarta. Aku diminta kembali, karena mereka membutuhkanku. Mereka memintaku untuk duduk bersama dengan mereka, dosen dan mahasiswa, guna berbagi ilmu.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan penuh kebanggaan dan keharuan, aku jabati satu persatu tangan rekan-rekan sejawatku. Ah, mereka luar biasa! Mereka terlalu berharga untuk aku lupakan. Mereka adalah orang-orang yang telah memberikanku makna besar dalam hidup ini. Mereka adalah orang-orang yang selalu mengharapkan kepulanganku. Dan mereka adalah orang-0rang yang telah membuktikan ucapan ayahku: <strong><em>&#8220;Kepala tikus lebih baik dari buntut macan!&#8221;</em></strong></p>
<p style="text-align:center;">********</p>
<p style="text-align:justify;">Curup, meski kota itu kecil dan banyak yang tidak mengenalnya, tapi aku bangga bisa menjadi salah satu warganya. Kota yang berudara sejuk itu telah berhasil menyejukkan diriku, dan bertekad segera kembali untuk melanjutkan cita-cita yang sudah kubangun dari dulu&#8230; <img src='http://hardivizon.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">(bagi yang ingin tahu lebih jauh tentang Curup, klik <a href="http://pariwisatarejanglebong.com/">disini</a>)</p>
<div id="attachment_501" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-501" title="dscn2702" src="http://surauinyiak.files.wordpress.com/2009/03/dscn2702.jpg?w=300" alt="dscn2702" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">STAIN Curup yang sejuk, tempat pengabdianku</p></div>
<div id="attachment_502" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-502" title="dscn2707" src="http://surauinyiak.files.wordpress.com/2009/03/dscn2707.jpg?w=300" alt="dscn2707" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">best friends in curup</p></div>
<div id="attachment_503" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-503" title="dscn2723" src="http://surauinyiak.files.wordpress.com/2009/03/dscn2723.jpg?w=300" alt="dscn2723" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">great men, forever</p></div>
<div id="attachment_504" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-504" title="dscn2722" src="http://surauinyiak.files.wordpress.com/2009/03/dscn2722.jpg?w=300" alt="dscn2722" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">manusia super, tidak pernah lelah berinovasi</p></div>
<p style="text-align:justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2009/03/18/kepala-tikus-vs-buntut-macan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
