<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SURAU INYIAK &#187; tangerang</title>
	<atom:link href="http://hardivizon.com/tag/tangerang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hardivizon.com</link>
	<description>just another way to know</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Sep 2010 17:01:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>ibu prita</title>
		<link>http://hardivizon.com/2009/06/03/ibu-prita/</link>
		<comments>http://hardivizon.com/2009/06/03/ibu-prita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 00:49:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vizon</dc:creator>
				<category><![CDATA[umum]]></category>
		<category><![CDATA[aksi]]></category>
		<category><![CDATA[alam sutera]]></category>
		<category><![CDATA[e-mail]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[ibu prita]]></category>
		<category><![CDATA[rs omni]]></category>
		<category><![CDATA[tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[uu ite]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surauinyiak.wordpress.com/?p=728</guid>
		<description><![CDATA[Kaget&#8230;! begitulah ekspresi pertama kali yang kurasakan ketika menyimak berita di televisi pagi ini. Seorang Ibu yang menyuarakan keluhannya tentang pelayanan sebuah rumah sakit melalui e-mail, digugat dan dibui! Tidak berapa lama, e-mail dan facebook-ku dipenuhi dengan aksi mendukung Ibu Prita. Akupun tersentuh dan tergerak ingin ikut dalam aksi ini. Maka, sebagai wujud partisipasiku atas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fhardivizon.com%2F2009%2F06%2F03%2Fibu-prita%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:25px"></iframe></div>
<p><a href="http://ibuprita.suatuhari.com/" target="_blank"><img src="http://ibuprita.suatuhari.com/wp-content/uploads/2009/06/banner-prita-468x601.gif" alt="" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Kaget&#8230;! begitulah ekspresi pertama kali yang kurasakan ketika menyimak berita di televisi pagi ini. Seorang Ibu yang menyuarakan keluhannya tentang pelayanan sebuah rumah sakit melalui e-mail, digugat dan dibui!</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak berapa lama, e-mail dan facebook-ku dipenuhi dengan aksi mendukung Ibu Prita. Akupun tersentuh dan tergerak ingin ikut dalam aksi ini. Maka, sebagai wujud partisipasiku atas aksi ini, hari ini aku pasang banner yang kudapat dari <a href="http://ibuprita.suatuhari.com/2009/06/01/banner-untuk-mendukung-ibu-prita-mulyasari/comment-page-2/#comment-94">sini</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari situs <a href="http://ibuprita.suatuhari.com/">Ibu Prita</a>, aku lampirkan sekelumit kronologi ceritanya sebagai berikut:<span id="more-728"></span></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Dalam batas kemampuannya, seorang ibu menyuarakan keluhannya dengan berbagi pengalaman melalui sarana yang dia pahami dan kuasai. Dia kirimkan e-mail kepada beberapa temannya. Sebuah bentuk komunikasi yang lazim di antara warga masyarakat modern. Kemudian e-mail itu menyebar.  Persoalan tak akan meluas jika pihak yang disebut dalam keluhan itu menyelesaikan persoalan secara bijak, dengan pendekatan yang manusiawi, kemudian mengumumkan bahwa persoalan telah diselesaikan bersama.  Akan tetapi yang terjadi adalah kriminalisasi. Ibu dari dua anak balita itu, namanya Prita Mulyasari, oleh pihak yang dia keluhkan, yakni Rumah Sakit Omni International, Alam Sutera, Tangerang, dihadapi melalui gugatan perdata dan sekaligus pidana. Selama proses persidangan, ibu itu dikurung dalam bui di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang, terpisah dari keluarganya, dari anak-anaknya.  Seorang ibu, yang juga konsumen, dihadapi sebuah korporat dengan segala kelebihan yang dimilikinya melalui pendekatan kekuasaan. Padahal dalam praktik bisnis yang sehat lagi santun, keluhan seperti itu seyogyanya diselesaikan melalui komunikasi. Ada penjelasan, ada proses saling mendengar, ada upaya untuk mendudukkan persoalan melalui pengertian bersama.  Cerita selengkapnya silakan Anda lihat dalam tautan. Persoalan kita sekarang ini adalah menghadapi kesewenang-wenangan sehingga secara bersama kita harus memperjuangkan kebebasan berpendapat.  Kita ketuk nurani para penegak hukum. Kita ingatkan bahwa rasa keadilan melekat pada semua hamba hukum yang bernurani. Lebih baik membebaskan orang yang (belum tentu) bersalah daripada menghukum orang yang tak bersalah.  Kita ingatkan RS Omni International, bahwa upaya penyelesaian seperti ini akan lebih layak jika ditempuh sebagai upaya terakhir setelah serangkaian komunikasi yang penuh pendekatan kemanusiaan telah buntu. Namun yang terjadi, seperti kita tahu, adalah gelar kuasa dalam posisi yang tak imbang.  Kita tularkan dukungan dan perjuangan ini kepada seluruh pengguna internet melalui pemasangan banner dan penyiaran pesan.  Hari ini Ibu Prita. Jika dibiarkan, esok adalah Anda. Padahal sebagai konsumen untuk produk dan layanan apa pun, Anda berhak bersuara.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Semoga kita dapat semakin belajar dari kejadian ini, untuk kita sebagai individu dan pemerintah sebagai pengendali negeri ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardivizon.com/2009/06/03/ibu-prita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
