ria senang

24

Posted by Vizon | Posted in kampung blagu | Posted on 23-01-2010

Tags: ,

Judul ini tidak ada hubungannya dengan ‘ria jenaka’ atau ‘taman ria’ atau ria-ria yang lainnya. Ini adalah kalimat yang sering diucapkan oleh salah seorang sahabat narablog terbaikku, Jumria Rahman atau yang sering dipanggil Ria. Kalimat itu sering dia lontarkan ketika aku merasa tidak enak hati telah mengganggu kesibukannya.

“Ria, kalau lagi repot gak usah aja dulu. Nanti aja kalau sudah agak senggang”, ucapku padanya dalam sebuah chatting di YM pertengahan Juni 2009 yang lalu.

“Gak kok Uda, Ria tidak repot. Ria senang membantu Uda”, demikian jawabnya.

Ya, harus kuakui bahwa blog ini bisa hadir ke tengah-tengah sahabat semua berkat tangan dingin Ria. Dialah bidan blog ini. Aku yang sama sekali tidak paham soal web-design serta segala hal yang berkaitan dengannya, benar-benar merasa sangat terbantu olehnya. Dan yang membuatku tak berhenti bersyukur adalah, bahwa dia sedikitpun tidak merasa terganggu. Malah kalimat ‘ria senang’ itulah yang selalu diucapkannya padaku. Meski aku sendiri sangat tahu, kalau dia tengah sibuk dengan pekerjaannya. Read the rest of this entry »

padusi

26

Posted by vizon | Posted in keluarga | Posted on 20-06-2009

Tags: , , , ,

satira1Sebagai masyarakat dengan prinsip matrilineal, membuat padusi (perempuan) dalam adat Minangkabau memegang peranan penting dan mulia. Prinsipnya–mengambil dari hadis Nabi Muhammad–posisi padusi di adat Minangkabau adalah bagaikan tulang rusuk bagi lelaki. Ia berada di sisinya, bukan di kepala, dan bukan pula di kaki.

Karena pentingnya peranan padusi tersebut, maka seluruh harta pusaka yang kebanyakan berupa tanah dan rumah, diberikan kepada mereka. Lelaki tidak memililki hak waris atas pusaka tersebut. Lelaki diharuskan mencari peruntungannya sendiri. Tidak boleh “bersembunyi” di balik harta orangtua. Read the rest of this entry »