they did it..!

30

Posted by Vizon | Posted in tradisi | Posted on 04-01-2010

Tags: , , , , , ,

Hari ini, Senin 4 januari 2010, hari pertama dalam minggu pertama di tahun yang baru, aku disuguhi sebuah pengalaman yang tidak mengenakkan. Sebuah kejadian yang patut direnungi oleh kita semua, sebagai bangsa timur yang memiliki budaya ewuh pakewuh; tahu diri, malu, sopan santun.

Sebelum berangkat ke kampus, aku mampir dulu untuk sarapan lontong sayur Sumatera langgananku di pelataran parkir Pakualaman. Lontong sayur itu sebetulnya tidaklah begitu aduhai rasanya bila dibanding dengan lontong sayur Tek Yan di kampungku, tapi setidaknya keberadaannya cukup berhasil memenuhi rasa kangenku akan masakan khas Minang.

Di pelataran Pakualaman tersebut terdapat beberapa pedagang kuliner lainnya; ada bakso, soto, siomay, rujak es krim, dll. Beberapa waktu yang lalu, tempat itu telah direnofasi, sehingga lebih tertata rapi dan membuat suasana makan menjadi lebih nyaman.

Setelah memesan satu piring lontong tanpa telur plus karupuak lado, aku pun mengedarkan pandangan, mencari tempat duduk yang nyaman. Mataku pun tertumpu pada sebuah meja yang terletak agak di sudut. Read the rest of this entry »

hijrah

20

Posted by Vizon | Posted in bunga rampai | Posted on 17-12-2009

Tags: , , , , ,

Hijrah, secara fisik bermakna perpindahan seseorang dari suatu tempat ke tempat lain dengan tujuan tertentu. Sementara secara maknawi, hijrah bermakna perpindahan seseorang dari sikap yang tidak baik menjadi lebih baik.

Aku telah mengalami beberapa kali hijrah secara fisik. Pertama, di tahun 1985, setamat dari sekolah dasar, aku hijrah dari tanah kelahiranku, Duri-Riau, menuju desa Gontor di Ponorogo Jawa Timur. Selama enam tahun aku berada di sana. Berbagai pengalaman dan pengetahuan telah kureguk, dan itu telah berhasil memberi pengaruh sangat besar dalam hidupku.

Kedua, pada tahun 1992, aku hijrah ke kota Padang. Karena kecewa tidak dapat melanjutkan kuliah ke Mesir, akupun memilih untuk kuliah di kampung halaman leluhurku itu. Terbersit sebuah niat di hati untuk belajar bersungguh-sungguh demi membuktikan kepada khalayak bahwa lulusan dalam negeri tetap dapat bersaing dengan lulusan luar negeri. Apakah sekarang aku sudah dapat membuktikannya? Entahlah, yang pasti, saat ini aku sangat bersyukur karena dengan kuliah di kota Padang membuatku tidak buta sama sekali dengan adat budaya asalku.

Ketiga, pada tahun 1997, aku hijrah ke kota Pekanbaru. Beasiswa S2 di IAIN Sulthan Syarif Qasim telah mengantarku ke kota itu. Meski aku lahir dan dibesarkan di kota Duri yang berjarak hanya 4 jam perjalanan ke kota Pekanbaru, tapi pengetahuanku akan ibukota propinsi Riau tersebut sangatlah minim. Ketika mulai menginjakkan kaki di kota tersebut, aku cetuskan niat untuk menggali sebanyaknya pengetahuan dan pergaulan di situ. Dan, alhamdulillah, niatan itupun tercapai. Sebuah kampung bernama Limbungan di Rumbai telah menjadi kampung keduaku. Warga di situ telah berhasil memberi makna berarti bagi kehidupanku dan keluarga. Kampung itu, telah sangat identik dengan kami. Read the rest of this entry »

sumbar dan yogya

23

Posted by Vizon | Posted in jogja, lingkungan, minangkabau | Posted on 01-10-2009

Tags: , ,

Sumatera Barat (Sumbar) dan Yogyakarta adalah dua daerah yang mendapatkan tempat khusus di hatiku. Sumbar adalah daerah asal keluarga besarku dan Yogyakarta adalah tempat aku tinggal sekarang ini. Entah kenapa, begitu banyak kesamaan antara kedua daerah ini.

Di antaranya, budaya. Kedua daerah ini sangat terkenal dengan adat-budaya yang kental. Sumbar dengan adat Minangkabau-nya dan Yogyakarta dengan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Kedua budaya ini begitu kental dan cukup memberi identitas tersendiri bagi Indonesia. Dari segi alam, kedua daerah ini juga memiliki kesamaan. Sumbar terkenal dengan pantai dan gunungnya, Yogyakarta-pun demikian. Bahkan, gunung yang ada di kedua daerah itu pun memiliki nama yang sama, yakni Merapi. Satu lagi contoh kesamaannya adalah nomor polisi kendaraan bermotor. Di Sumbar, menggunakan “BA”, sementara Yogyakarta menggunakan “AB”. Sebuah kesamaan yang bukan kebetulan sepertinya bukan?

Satu lagi kesamaan yang sulit untuk dinalar adalah musibah gempa. Yogyakarta dilanda gempa pada 27 Mei 2006 silam. Meluluhlantakkan daerah itu. Banyak korban yang berjatuhan, lebih kurang 6000 jiwa melayang. Dan, kemarin, 30 September 2009, Sumbar-pun dilanda gempa yang sama. Kerusakan yang ditimbulkan sangat parah. Menurut informasi, kerusakan gempa Sumbar sama dengan kerusakan gempa Yogyakarta. Lagi-lagi kedua daerah ini memiliki kesamaan, yang dalam hal ini adalah kesamaan nasib.

Gempa Sumbar yang terjadi sore kemarin itu cukup membuat kami sekeluarga shock. Betapa tidak? Keluarga besar kami berada di daerah itu, termasuk Ibu mertua yang berada di Payakumbuh. Di Padang dan Pariaman sebagai pusat gempa sendiri, ada kakak dan adik sepupu yang tinggal di sana. Sedari berita soal gempa itu dilansir media, kamipun melakukan kontak tiada henti. Namun, tak satupun yang tersambung. Sahabat semasa kuliah aku juga coba hubungi, juga sama sekali tidak tersambung. Dan, sahabat blogger Imoe pun kucoba untuk mengontaknya. Sama sekali tidak ada sambungan.

Sampai malam menjelang, kami tidak lepas dari televisi. Menonton setiap update berita sambil tetap mencoba menghubungi sanak keluarga. Yang semakin membuat kegelisahanku memuncak adalah telepon ke Riau-pun sangat sulit untuk tersambung. Akhirnya, hanya media internet-lah yang bisa menjadi andalan, terutama facebook. Ada seorang teman yang berada di Padang yang bisa update status facebook-nya. Tapi hanya sekali, setelah itu dia menghilang. Kemungkinan besar dia telah kehilangan koneksi.

Kegelisahan yang kualami ini, yang disebabkan oleh ketidakjelasan kabar tentang sanak saudara di daerah bencana, tentulah kegelisahan yang sama dirasakan oleh mereka ketika gempa Yogya tiga tahun yang lalu. Dapat kubayangkan betapa gelisahnya mereka selama beberapa hari, karena tidak bisa menghubungiku. Argh… kegelisahan ini benar-benar menyiksaku.

Akhirnya, aku hanya bisa berdoa dan berdoa untuk mereka semua. Aku yakin, semua ini akan ada maknanya bagi bangsa ini. Ujian bagi kita yang tidak tertimpa musibah ini secara langsung sudah dimulai, terutama bagi Pemerintah. Kita lihat saja, apakah mereka lebih mementingkan gengsi pesta pora pelantikan anggota DPR dengan dana milyaran rupiah itu, atau mau sedikit “mengalah”, dengan mengikhlaskan dana itu untuk penanganan korban. Kita lihat saja nanti…

Buat Imoe, Arif, dan sahabat blogger lainnya, kami doakan semoga kalian senantiasa dalam keadaan baik-baik saja…

Sebagai informasi ilmiah tentang gempa Sumbar ini, silahkan lihat di blognya Pakdhe Rovicky

apes

23

Posted by vizon | Posted in jogja | Posted on 11-04-2009

Tags: , , , ,

Seringkali kita berniat baik, tapi dianggap bersalah oleh orang lain. Atau sebuah kesalahan ditimpakan kepada kita, padahal kita tidak melakukan sama sekali, hanya gara-gara kita berada di tempat tersebut dan orang yang bersalah kabur dari tempat itu.

Sebagai contoh, apa yang disebutkan Mas Goenoeng Moelyo di status facebook-nya: “hhh… gara2 anak muda ugal2an, aku jadi ngganti kerusakan bemper belakang mobil orang. mana habis nyruduk, dia lari lagi. dan sekarang waktunya balas dendam. kucari kau sampai liang semut ! banyumanik nggak seluas yang kau kira”

Aku pernah beberapa kali mengalaminya. Salah satunya adalah ketika aku menolong orang yang mengalami kecelakaan tabrakan sepeda motor di jalan ring road selatan, jalan yang selalu aku lalui setiap hari dari rumah menuju kampusku. Read the rest of this entry »

Belum bisa ngaji?

5

Posted by vizon | Posted in pendidikan | Posted on 05-09-2008

Tags: , , , , , , ,

Mbak Sri dengan terbata-bata mencoba mengeja satu persatu huruf-huruf Arab yang ada dalam buku Iqro’ jilid satu yang ada di hadapannya. Sementara itu, Mbak Indri dan Mbak Nita menyimak dengan serius. Sesekali terdengar suara istriku membetulkan bacaan mbak Sri. Di tengah keasyikan mereka itu, tiba-tiba Mbak Rukmini datang, dan segera ikut bergabung.

Keempat ibu-ibu itu adalah tetangga kiri kananku. Sejak awal Ramadhan, setiap habis Subuh, mereka belajar membaca aksara Al-Quran bersama istriku. Ya, mereka adalah ibu-ibu yang sama sekali belum bisa membaca Al-Qur’an. Read the rest of this entry »

Tour de Jateng: Hospitality di Pesantren

3

Posted by vizon | Posted in pendidikan | Posted on 30-04-2008

Tags: , , , , , , ,

Akhirnya, kelar juga perjalananku keliling Jawa Tengah. tadi malam (29/04/08), pukul 22.00 wib, aku kembali menginjakkan kaki di bumi Jogjakarta. perjalananku kali ini dalam rangka mensosialisasikan acara Gontor Go Green ke pondok-pondok alumni yang ada di Jawa Tengah dan koordinasi dengan pihak BP DAS (Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai) se Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Read the rest of this entry »

Liburan Lebaran di Kaliurang

3

Posted by vizon | Posted in jogja, keluarga, liburan | Posted on 18-10-2007

Tags: , , , , , , , , ,

unjut-ajib-abang_resize.jpgHari lebaran kedua, Sabtu 13/10/07, kami berwisata ke Kaliurang di kaki Gunung Merapi. Si Abang, anak sulungku, sempat berseloroh, “Kita ngapain ke Kaliurang Pa? Mau ketemu mBah Maridjan ya?” Aku tertawa habis mendengar pertanyaannya itu. Ada-ada aja tu anak. Tapi, pertanyaan itu tidak menjadi lucu bagi putriku. Si Uni yang satu ini menatap bengong kepadaku, menunggu jawaban. Cepat aku sadari kondisi ini. Akupun memberi jawaban untuknya.

Read the rest of this entry »

Liburan Lebaran di Monjali

0

Posted by vizon | Posted in jogja, keluarga, liburan | Posted on 18-10-2007

Tags: , , , , , ,

 lebaran-di-monjali-10psd.jpg

Seharusnya, lebaran adalah saat yang tepat buat berkunjung ke rumah sanak saudara dan teman-teman. Tapi, hal tersebut tidak dapat kulakukan sepenuhnya saat ini. Karena keberadaanku di perantauan dan tidak memiliki sanak keluarga, maka silaturrahmi dengan mereka cukup lewat telepon dan sms. Hebat juga teknologi yang satu ini. Meski tidak bertatap muka, silaturrahmi tetap dapat dilakukan dan esensi bermaafanpun dapat terjadi. Aku merasakannya! Read the rest of this entry »